Rabu, Oktober 28, 2026

Sinergi Nyata! Polres Banjar Bersama Jabar Bergerak dan BAZNAS Bedah Rutilahu Warga Pataruman

BANJAR, ARTHA-NEWS — Sebuah aksi kepedulian sosial yang nyata kembali ditunjukkan di wilayah hukum Kota Banjar. Guna membantu sesama yang sedang membutuhkan, program pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) resmi digulirkan. Kali ini, bantuan diarahkan untuk membedah rumah milik Bapak Unus, seorang warga yang tinggal di Lingkungan Sukamanah, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Langkah mulia ini berhasil terlaksana berkat kolaborasi solid antara Polres Banjar, organisasi Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, serta didukung penuh oleh swadaya masyarakat setempat yang saling bahu-membahu.
 
Kapolres Banjar Tinjau Langsung Progres Pembangunan Rutilahu
 
Untuk memastikan proses pengerjaan berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., turun langsung ke lapangan. Beliau melakukan pengecekan dan peninjauan progres pembangunan Rutilahu tersebut pada Rabu (28/10/2026) tepat pukul 13.30 WIB.
 
Dalam agenda kunjungan kerja tersebut, Kapolres Banjar tidak sendirian. Beliau didampingi oleh jajaran pejabat utama Polres Banjar, di antaranya Waka Polres Banjar Kompol Saepul Bahri, S.Pd.I., Kasat Binmas Polres Banjar, Kasat Narkoba Polres Banjar, serta Kasi Propam Polres Banjar.
 
Selain dari internal kepolisian, hadir pula di lokasi perwakilan dari Lapas Kelas IIB Banjar, Lurah Pataruman, Bhabinkamtibmas, perwakilan pengurus Jabar Bergerak, unsur pengurus lingkungan, serta warga sekitar yang ikut menyaksikan jalannya peninjauan.
 
Gotong Royong Lintas Sektor Demi Hunian Sehat dan Aman
 
Sebagai informasi, proyek perbaikan rumah Bapak Unus ini sudah mulai digerakkan sejak tanggal 14 Oktober 2026 lalu dan hingga saat ini proses pembangunannya masih terus dikebut. Sebelum menyentuh tahap renovasi, kondisi bangunan rumah tersebut memang dinilai sangat kurang layak untuk dijadikan tempat tinggal. Melalui program akselerasi Rutilahu ini, seluruh struktur bangunan diperbaiki secara menyeluruh agar ke depannya bisa berubah menjadi hunian yang jauh lebih aman, sehat, serta nyaman untuk ditempati oleh sang pemilik.
 
Kelancaran proyek sosial ini tentu tidak lepas dari adanya sokongan dana dan materi yang datang dari berbagai pihak. Secara rinci, sumber dukungan pembangunan tersebut berasal dari:
 
- Bantuan dana pribadi dari Kapolres Banjar sebesar Rp5 juta
- Penyaluran dana stimulan dari BAZNAS Kota Banjar sebesar Rp8 juta
- Suntikan bantuan dari organisasi Jabar Bergerak
- Kontribusi dari mitra rekanan
- Donasi swadaya yang dihimpun oleh pengurus lingkungan beserta masyarakat sekitar
 
Semangat Polisi Bersama Masyarakat Memberikan Harapan Baru
 
Di sela-sela peninjauannya, Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro menegaskan bahwa program pembangunan Rutilahu ini merupakan implementasi nyata dari rasa kemanusiaan dan kepedulian bersama. Tujuannya tidak lain adalah untuk menolong warga prasejahtera agar bisa memiliki tempat bernaung yang lebih manusiawi.
 
"Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kami ingin memastikan bahwa kepedulian tidak hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata. Kami berharap pembangunan rumah ini dapat memberikan kenyamanan dan harapan baru bagi penerima manfaat. Kolaborasi dan gotong royong seperti ini perlu terus dipelihara agar semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya," tutur AKBP Didi Dewantoro dengan penuh optimisme.
 
Esensi dari jargon Polisi Bersama Masyarakat benar-benar terpancar jelas di lokasi pembangunan. Berbagai elemen masyarakat terpantau melebur menjadi satu, saling bergotong royong menyumbangkan tenaga dan keahlian mereka sesuai porsi kemampuan masing-masing. Tekad kebersamaan inilah yang menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat proses perbaikan fisik rumah tersebut.
 
Kini, dengan adanya dukungan penuh dari Polres Banjar, Jabar Bergerak, BAZNAS Kota Banjar, beserta seluruh warga, target penyelesaian Rutilahu milik Bapak Unus diharapkan bisa rampung dalam waktu dekat. Gerakan ini membuktikan bahwa lebih dari sekadar memperbaiki dinding dan atap yang rusak, aksi sosial ini adalah simbol kuatnya kepedulian sosial di Kota Banjar demi mewujudkan lingkungan hidup yang lebih aman, bersih, dan layak bagi seluruh lapisan masyarakat.
 
(Rena Yusnita — Kabiro Artha-News)

Pemkab Samosir Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98: Wabup Ariston Tua Sidauruk Serahkan SK untuk 781 PPPK Paruh Waktu

SAMOSIR, Artha-News.com — Pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 di Kabupaten Samosir berlangsung dengan khidmat dan penuh makna historis. Agenda tahunan yang digelar di Tanah Lapang Pangururan pada Rabu (28/10/2026) ini tidak sekadar menjadi ruang refleksi untuk mengingat kembali ikrar sakral persatuan yang digaungkan para pemuda 98 tahun silam. Lebih dari itu, momentum bersejarah ini menjadi hari yang sangat dinantikan bagi ratusan pegawai karena dirangkai dengan pembagian petikan Surat Keputusan (SK) perpanjangan kontrak kerja bagi 781 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.
 
Dalam upacara kedinasan tersebut, Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Usai memimpin jalannya upacara, Wakil Bupati secara simbolis dan langsung menyerahkan petikan SK tersebut kepada para pegawai. Berdasarkan data teknis yang dihimpun, dari total 781 PPPK Paruh Waktu yang menerima perpanjangan kontrak kerja tersebut, komposisinya terdiri atas 122 orang yang mengabdi sebagai tenaga kependidikan (guru), 6 orang personel tenaga kesehatan (medis), serta jumlah terbesar yakni sebanyak 653 orang yang menempati posisi sebagai tenaga teknis di berbagai instansi pemerintahan.
 
Momen penyerahan SK yang diintegrasikan di tengah-tengah upacara Hari Sumpah Pemuda ini membawa pesan simbolis yang mendalam. Hal ini menjadi pengingat penting bahwa wujud nyata dari semangat pengabdian kepada tanah air tidak hanya tercermin dari perjuangan fisik generasi muda di masa lampau, melainkan juga lewat kontribusi nyata dan profesionalisme aparatur sipil dalam menyelenggarakan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat luas pada masa sekarang.
 
Pada tahun 2026 ini, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema besar yang sarat makna, yaitu "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Acara ini dihadiri oleh jajaran komando unsur Forkopimda Samosir, Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir Marudut Tua Sitinjak, beserta jajaran Staf Ahli Bupati dan para Asisten Setdakab. Hadir pula Kepala Dinas Kominfo Samosir Immanuel Sitanggang bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya. Selain pejabat birokrasi, tampak hadir Ketua TP PKK Kabupaten Samosir Ny. Kennauli A. Sidauruk, Ketua DWP Ny. Asti Marudut Tua Sitinjak, serta diikuti oleh seluruh jajaran ASN Pemkab Samosir, barisan pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA, anggota Pramuka Kwarcab Samosir, serta perwakilan dari berbagai organisasi kepemudaan setempat.
 
Saat membacakan pidato resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, Wakil Bupati Samosir menegaskan esensi utama bahwa kobaran semangat Sumpah Pemuda wajib diinternalisasi dan dihidupkan dalam watak setiap generasi penerus bangsa. Berdasarkan pesan tertulis Menpora, tolok ukur kemajuan Negara Indonesia tidak boleh hanya dipandang dari aspek pembangunan infrastruktur fisik, penguasaan teknologi modern, ataupun kelimpahan kekayaan materi semata. Fondasi utama dari kemajuan yang hakiki adalah mutu dan kualitas sumber daya manusianya.
 
"Kemajuan sejati dimulai dari manusia. Dari karakter. Dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama," ucap Wabup Ariston Tua Sidauruk saat membacakan petikan pidato Menpora RI di hadapan seluruh peserta upacara.
 
Lebih lanjut dalam isi pidato tersebut, ditegaskan bahwa fondasi pemuda masa depan harus ditempa agar bertransformasi menjadi pribadi yang patriotik, gigih, serta memiliki empati yang tinggi. Sikap patriotisme sejati tidak boleh berhenti sebagai jargon atau kata-kata indah belaka, tetapi wajib dimanifestasikan dalam tindakan nyata serta pengabdian yang tulus. Sifat kegigihan sangat mutlak diperlukan agar mentalitas generasi muda tidak mudah ambruk saat menghadapi hambatan, tantangan, maupun kegagalan. Sementara itu, nilai empati berperan sebagai instrumen penyeimbang agar kesuksesan yang diraih kelak tidak hanya digunakan untuk memuaskan ego individu, melainkan membawa manfaat bagi orang lain.
 
Pesan moral dari Menpora ini dirasa kian krusial dan relevan di era modernisasi yang bergerak secara dinamis dan eksponensial. Generasi muda saat ini dituntut memiliki fleksibilitas tinggi untuk beradaptasi sekaligus berinovasi dengan cepat, tanpa harus kehilangan identitas karakter, kepekaan sosial, serta rasa nasionalisme yang mendalam terhadap NKRI. "Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya," tambah Wabup meneruskan amanat tersebut.
 
Nilai-nilai filosofis dari semangat sumpah pemuda tersebut kemudian dikorelasikan secara langsung oleh Wakil Bupati sebagai pesan khusus bagi para PPPK Paruh Waktu yang baru saja menerima dokumen kontrak kerja mereka. Wabup Samosir menginstruksikan dengan tegas agar legalitas dan kepercayaan yang telah diberikan oleh negara ini dijadikan sebagai sebuah amanah besar. Dokumen tersebut harus dijawab dengan pembuktian kinerja yang profesional, tingkat kedisiplinan yang tinggi, pemeliharaan integritas, serta kesiapan total dalam menyajikan pelayanan publik terbaik di pos kerja masing-masing.
 
"Bekerjalah dengan baik, bersemangat dan bertanggung jawab sesuai bidang kerja masing-masing. Berikan pelayanan prima bagi masyarakat serta tunjukkan loyalitas dalam bekerja," cetus Wakil Bupati memberikan arahan langsung.
 
Ia menggarisbawahi secara tajam bahwa sebagai bagian integral dari sistem birokrasi dan aparatur pemerintah, seluruh PPPK Paruh Waktu wajib menempatkan kemaslahatan umum, bangsa, dan negara di atas kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan tertentu. Oleh sebab itu, setiap aparatur yang telah memegang SK dituntut secara mutlak untuk memahami dengan mendalam apa saja tugas pokok dan fungsi (tupoksi) mereka, mendongkrak etos kerja harian, serta merawat nilai integritas dan kepatuhan terhadap regulasi kedisiplinan pegawai.
 
Wabup juga memberikan peringatan keras agar seluruh PPPK tidak terjebak dalam pemikiran keliru yang menganggap rutinitas pekerjaan ini sekadar formalitas pengisi waktu. Karakter tekun, ulet, komitmen kuat, serta rasa tanggung jawab yang tinggi harus dilekatkan ke dalam ekosistem dan budaya kerja sehari-hari. Dengan begitu, eksistensi dan kehadiran para pegawai paruh waktu ini benar-benar memberikan implikasi nyata dan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Samosir.
 
"Selamat bekerja bagi saudara-saudara, berikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan pembangunan Kabupaten Samosir. Jangan sampai terjadi penyimpangan yang membawa dampak negatif bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja maupun masyarakat," ujar Wabup dengan nada tegas dan penuh imbauan.
 
Di sisi lain, menanggapi aspirasi, harapan, dan masa depan para pegawai terkait peluang perubahan status dari PPPK Paruh Waktu menjadi PPPK Penuh Waktu, Wakil Bupati Samosir turut menyampaikan doa dan harapan besarnya. Beliau berharap agar regulasi atau kebijakan strategis yang mendukung konversi status kepegawaian tersebut dapat segera disahkan dan direalisasikan oleh pemerintah pusat dalam waktu dekat.
 
Secara menyeluruh, ritual khidmat peringatan Hari Sumpah Pemuda di Kabupaten Samosir tahun ini menyebarkan pesan kuat ke publik bahwa nilai-nilai historis dari ikrar pemuda tidak boleh mandek sebagai catatan sejarah masa lalu. Semangat persatuan, determinasi kerja keras, etika profesionalisme, serta kepekaan empati sosial harus mampu diimplementasikan ke dalam ritme pengabdian hidup sehari-hari, termasuk yang paling utama melalui saluran pelayanan prima dari segenap aparatur pemerintah Kabupaten Samosir kepada seluruh warganya.
 
(NR.Sitohang)
 

Strategi ISWMP Cimahi: TPST Sentiong Diperkuat dan Ratusan Armada Sampah Baru Siap Meluncur

CIMAHI, ARTHA-NEWS — Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat langkah strategis dalam menanggulangi masalah persampahan melalui program Integrated Solid Waste Management Project (ISWMP). Tidak hanya mengandalkan edukasi pemilahan dari rumah, Pemkot Cimahi kini menyiapkan dukungan fasilitas operasional berupa penambahan 34 unit armada Tosa, 67 mobil pikap, dan 5 truk kompaktor modern.
 
Pengumuman ini disampaikan Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, saat membuka Pelatihan Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah berbasis ISWMP di Cimahi Techno Park, Selasa (27/10/2026). Acara juga ditandai dengan penyerahan simbolis bantuan tempat sampah terpilah kepada perwakilan warga.
 
Mengubah Paradigma dari Hulu
 
Adhitia menegaskan bahwa masalah sampah tidak sekadar soal kebersihan, melainkan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan hidup. Oleh karena itu, pendekatan harus diubah dari sekadar "kumpul-angkut-buang" menjadi pengurangan volume sejak dihasilkan.
 
"Paradigma pengelolaan sampah masa kini harus diubah. Fokus kita tidak boleh lagi hanya tentang bagaimana cara membuang sampah pada tempatnya, melainkan bagaimana volume sampah tersebut bisa ditekan habis sejak dari asalnya," ujar Adhitia.
 
Selama ini, Kota Cimahi masih mengandalkan TPA Sarimukti dengan pasokan mencapai 95–100 ton per hari, sementara daya tampung TPA tersebut terus menurun. Kondisi ini mendesak percepatan sistem penanganan mandiri.
 
TPST Sentiong dan Dukungan Armada Baru
 
Salah satu proyek andalan yang dipercepat adalah pengoptimalan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong. Proyek ini didukung pendanaan Bank Dunia, Kementerian Pekerjaan Umum, serta Kementerian Dalam Negeri melalui program ISWMP.
 
Sebelumnya, Pemkot Cimahi juga telah menjalankan program Sapu Jagat yang dilengkapi pelatihan daur ulang bagi warga. Pola lama diubah menjadi budaya baru: memilah, mendaur ulang, dan menciptakan nilai ekonomi dari sampah.
 
"Kami berharap Bapak dan Ibu yang hadir hari ini bersedia menyebarkan ilmu yang didapat dari pelatihan. Langkah kecil ini adalah investasi masa depan kita bersama. Kota yang bersih, asri, dan resik tentu akan melahirkan masyarakat yang sehat serta bahagia," harapnya.
 
Cimahi merupakan salah satu dari 15 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya menjalankan program ISWMP dan berpeluang memperpanjang kerjasama hingga tahun 2027. Kehadiran ratusan unit kendaraan baru ini diharapkan mempercepat layanan pengangkutan di titik-titik padat penduduk.
 
Apresiasi dan Harapan Kemendagri
 
Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah II Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Ir. Suprayitno, M.A., memberikan apresiasi atas kemajuan Cimahi. Pemisahan peran regulator dan operator dinilai sebagai inovasi yang patut dicontoh daerah lain.
 
Suprayitno juga mengingatkan bahwa kelalaian dalam pengelolaan sampah dapat menimbulkan risiko besar bagi keselamatan masyarakat. "Kami sengaja memberikan tantangan tersendiri untuk Cimahi. Wilayah ini memiliki rekam jejak historis yang kuat secara nasional, yang selalu mengingatkan kita semua akan risiko fatal jika urusan sampah diabaikan. Ini bukan lagi sekadar perkara menjaga alam, melainkan upaya mencegah terjadinya bencana kemanusiaan berulang," urainya.
 
Pelatihan ini diikuti 150 peserta yang akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, mulai dari tingkat RT, RW, hingga kelurahan. Mereka bertugas menyosialisasikan pemilahan dan komposting kepada warga secara berkelanjutan.
 
Dengan penguatan dari hulu, optimalisasi TPST Sentiong, dan ratusan armada baru, Cimahi menargetkan berangsur mandiri sampah dan mengurangi ketergantungan terhadap TPA Sarimukti secara bertahap.
 
(Ari.M)
 
 

Tembus 12 Besar Sumut, Vandiko Gultom Targetkan Desa Sabulan Juara Kampung Kreatif 2026

SAMOSIR, Artha-News.com — Langkah strategis diambil oleh Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, dalam mempromosikan keunggulan daerahnya di tingkat regional. Bertempat di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Selasa, 27 Oktober 2026, orang nomor satu di Samosir tersebut memaparkan secara mendalam seluruh potensi yang dimiliki Desa Sabulan, Kecamatan Sitio-tio, yang tengah diproyeksikan untuk meraih predikat sebagai Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB).
 
Agenda krusial ini dilaksanakan sebagai bagian dari tahapan penilaian komprehensif bagi 12 desa yang berhasil menembus jajaran nominasi terbaik Kampung Kreatif Sumut Berkah di tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk periode tahun 2026.
 
Saat menyampaikan argumentasi dan datanya, Bupati Samosir tampak didampingi oleh barisan pejabat eselon, di antaranya Kepala Bapperida Kabupaten Samosir Rajoki Siamrmata, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, serta Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetti Naibaho. Sesi presentasi ini diuji secara langsung oleh Tim Penilai dari jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dikomandoi oleh Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, bersama Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
 
Strategi Integrasi Potensi Lokal dan Ekonomi Kreatif
 
Di hadapan para evaluator profesional, Bupati Vandiko menguraikan gagasan mengenai cetak biru pembangunan Desa Sabulan secara menyeluruh dengan mengoptimalkan kekayaan lokal yang ada di wilayah tersebut. Penjelasan mendalam tersebut merangkum peta jalan pemanfaatan sektor ekonomi kreatif, perlindungan situs-situs kebudayaan, penguatan tata kelola kelembagaan warga, hingga penyelarasan berbagai lini sektor demi mengantarkan Desa Sabulan sebagai pusat industri kreatif lokal.
 
Dalam arahannya, Bupati Vandiko menggarisbawahi bahwa keterlibatan Desa Sabulan pada kompetisi Kampung Kreatif Sumut Berkah ini esensinya bukan sekadar mengejar status juara semata. Momentum ini dipandang sebagai media efektif untuk mengekspos dan menumbuhkan daya saing yang ada di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.
 
"Poin utamanya terletak pada skema pengembangan kekayaan Desa Sabulan secara terpadu agar membuahkan dampak konkret bagi kesejahteraan warga setempat. Sektor ekonomi kreatif, adat budaya, destinasi wisata, serta potensi lokal wajib kita akselerasi agar menjelma sebagai pilar ekonomi baru di desa," tutur Bupati Vandiko.
 
Dipaparkannya pula bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Samosir berkomitmen penuh untuk menstimulasi kemajuan desa dengan tetap mengedepankan otentisitas serta karakteristik khas dari tiap-tiap kawasan. Posisi desa tidak boleh sekadar diletakkan sebagai sasaran proyek pembangunan, melainkan harus bertransformasi menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada inovasi warga.
 
Kepala Daerah menaruh harapan besar agar Desa Sabulan dapat dinobatkan sebagai salah satu jawara Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Raihan tersebut nantinya diharapkan menjadi stimulus dan percontohan bagi desa-desa tetangga di Kabupaten Samosir dalam mengoptimalkan sumber daya lokal secara kreatif sekaligus berkelanjutan.
 
"Target kita adalah Desa Sabulan mampu menampilkan performa terbaiknya. Apapun keputusan dari dewan juri nanti, dinamika ini harus dijadikan pemantik bagi seluruh pihak untuk konsisten memetakan potensi desa, meningkatkan daya cipta masyarakat, dan melahirkan faedah yang jauh lebih nyata bagi kemakmuran masyarakat," pungkasnya.
 
Apresiasi Tinggi dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara
 
Paparan komprehensif yang disajikan oleh Bupati Samosir tersebut menuai respons positif dan pujian dari Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor. Metode penyampaian dinilai sangat sistematis serta berhasil menguraikan rancangan tata ruang kawasan secara berkesinambungan, yang mencakup aspek keunggulan ekonomi kreatif, warisan situs sejarah, dan kematangan struktur organisasi masyarakat di Desa Sabulan.
 
Pj. Sekda Provsu juga melayangkan poin apresiasi atas tingkat kesiapan dan keseriusan manajemen Kabupaten Samosir dalam mempersiapkan Desa Sabulan menuju panggung Kampung Kreatif Sumut Berkah. Secara kolektif, dalam forum koordinasi tersebut ditegaskan bahwa Kabupaten Samosir dipandang memiliki kualifikasi dan kelayakan tinggi untuk tampil sebagai salah satu pemenang utama KKSB Tahun 2026.
 
Masuknya Desa Sabulan dalam kompetisi bergengsi Kampung Kreatif Sumut Berkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Samosir dalam meningkatkan nilai jual desa, yang tidak hanya menyasar kestabilan finansial, melainkan juga lewat penguatan identitas budaya, kreativitas warga, dan tata pamong desa. Pemanfaatan kearifan lokal ini diproyeksikan mampu menjadi stimulus baru dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat sekaligus menegaskan karakteristik khas Samosir.
 
Berbekal berbagai keunggulan dan dokumen pendukung yang telah dipresentasikan, Desa Sabulan di Kecamatan Sitio-tio, Kabupaten Samosir, dinilai memiliki kans yang sangat terbuka lebar untuk mengamankan posisi sebagai pemenang Kampung Kreatif Sumut Berkah Tahun 2026. Hasil final dan keputusan pemeringkatan selanjutnya akan digodok dan diumumkan secara berkala oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
 
(Base data: NR. Sitohang)

Misteri Hilangnya Kerbau di Samosir Terungkap, Polisi Sita Mobil L300 dan Periksa 5 Pria di Parbaba

SAMOSIR, Artha-News.com — Sinergi antara masyarakat dan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Samosir berhasil mengungkap teka-teki hilangnya dua ekor kerbau yang sempat meresahkan peternak lokal. Hewan ternak milik seorang lansia bernama Jabukka Sitanggang (66) tersebut akhirnya berhasil ditemukan petugas di wilayah Parbaba, Kecamatan Pangururan.
 
Selain menemukan kembali aset milik warga Desa Panampangan tersebut, aparat penegak hukum juga mengamankan lima orang pria di tempat kejadian pada Minggu (25/10/2026). Kelimanya langsung dibawa untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan keterlibatan mereka dalam peristiwa ini.
 
Kronologi Penelusuran Ternak yang Hilang
 
Aksi dugaan pencurian ini sebenarnya sudah berlangsung sejak Sabtu malam, 17 Oktober 2026. Korban yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor peternakan sempat terpukul akibat hilangnya dua ekor kerbau jantan miliknya dari kandang.
 
Selama delapan hari berturut-turut, warga bersama aparat kepolisian terus melakukan penyisiran ke berbagai titik di Kabupaten Samosir. Titik terang akhirnya didapatkan pada akhir pekan kemarin setelah ada informasi mengenai keberadaan ternak dengan ciri-ciri serupa di kawasan Parbaba.
 
Penyitaan Barang Bukti Armada Mitsubishi L300
 
Dalam operasi pengamanan di lokasi penemuan, personel Polres Samosir turut menyita satu unit kendaraan roda empat jenis mobil pikap Mitsubishi L300. Mobil pikap tersebut diduga kuat menjadi alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut kedua ekor kerbau menjauh dari lokasi asal.
 
Penyidik Satreskrim Polres Samosir kini tengah mendalami peran dari masing-masing individu yang berada di lokasi. Polisi masih mengumpulkan bukti tambahan guna memastikan sejauh mana keterlibatan lima orang tersebut beserta armada angkutan yang disita.
 
Komunitas Peternakan Tuntut Transparansi Hukum
 
Kasus ini menjadi sorotan tajam bagi masyarakat Samosir, khususnya mereka yang menggantungkan hidup pada hewan ternak. Warga mendesak kepolisian agar mengusut tuntas perkara ini hingga ke akarnya guna memberikan efek jera dan memulihkan rasa aman di lingkungan pedesaan.
 
Proses hukum yang berjalan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Kepastian mengenai status hukum serta pasal yang akan disangkakan kepada kelima pria tersebut masih menunggu hasil gelar perkara resmi dan rilis pers dari pihak Polres Samosir.
 
(NR.Sitohang)
 

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Kapolres Banjar Tekankan Nilai Kedisiplinan dan Kerja Nyata

BANJAR, ARTHA-NEWS — Memasuki peringatan Hari Sumpah Pemuda yang ke-98, jajaran Kepolisian Resor (Polres) Banjar melangsungkan upacara bendera dengan penuh kekhidmatan. Kegiatan ini berpusat di Lapangan Apel Mapolres Banjar pada Rabu pagi, 28 Oktober 2026, dimulai tepat pukul 07.15 WIB.
 
Kepala Kepolisian Resor Banjar, AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., bertindak langsung sebagai Inspektur Upacara. Agenda kebangsaan ini dihadiri oleh Wakapolres Banjar, jajaran Pejabat Utama, para perwira, seluruh personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di lingkungan Polres Banjar.
 
Refleksi Historis Kongres Pemuda 1928 di Mapolres Banjar
 
Prosesi diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, di mana seluruh peserta mengambil sikap hormat dengan tertib. Guna menyalakan kembali api nasionalisme, seluruh peserta upacara bersama-sama melafalkan teks Pancasila yang dilanjutkan dengan pembacaan naskah Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928.
 
Melalui pembacaan naskah bersejarah tersebut, para personel diingatkan kembali pada fondasi persatuan bangsa. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa Indonesia yang dicetuskan para pemuda terdahulu dari berbagai latar belakang suku dan daerah menjadi poin utama yang direnungkan dalam upacara ini.
 
Nuansa patriotik kian terasa saat lagu wajib nasional "Satu Nusa Satu Bangsa" dan "Bangun Pemudi Pemuda" dikumandangkan bersama. Setelah penyampaian amanat dari Inspektur Upacara serta pembacaan doa, kegiatan diakhiri dengan penghormatan umum sebelum seluruh barisan dibubarkan secara tertib.
 
Manifestasi Tema "Patriotik, Gigih, Berempati" dalam Tugas Kepolisian
 
Peringatan tahun ini mengusung tema besar "Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia". Makna di balik tema tersebut menjadi seruan penting bagi generasi masa kini untuk terus memupuk jiwa nasionalisme, ketahanan mental dalam berkarya, serta kepedulian sosial yang tinggi di tengah arus perubahan zaman yang terus bergerak cepat.
 
Polres Banjar menggarisbawahi bahwa perayaan Sumpah Pemuda tidak boleh sekadar menjadi ritual tahunan yang berjalan tanpa makna. Warisan komitmen persatuan dari tahun 1928 harus diejawantahkan ke dalam tindakan konkret sehari-hari, bukan hanya saat momen peringatan saja.
 
Bagi institusi Polri, nilai-nilai luhur tersebut wajib diserap dan diwujudkan dalam bentuk kedisiplinan yang kokoh, rasa tanggung jawab yang tinggi, serta totalitas dalam memberikan perlindungan dan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Semangat persatuan yang kokoh inilah yang menjadi kekuatan utama untuk mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimulai dari dedikasi nyata yang kita tunjukkan hari ini.
 
(Artha-News · Kabiro Rena Yusnita)
 

Mengakselerasi Ekonomi Cerdas: IGEX 2026 Ciwalk Bandung Sukses Padukan Teknologi AI dan Sektor Kreatif Nusantara

BANDUNG, ARTHA-NEWS — Perhelatan akbar Indonesia Game Experience (IGEX) 2026 yang digelar di Cihampelas Walk (Ciwalk), Kota Bandung, resmi berakhir dengan pencapaian yang sangat membanggakan. Berlangsung selama empat hari penuh, dari tanggal 22 hingga 25 Oktober 2026, pameran teknologi ini berhasil menjadi pusat penting dalam memperkuat ekosistem digital, industri permainan, serta sektor ekonomi kreatif di Indonesia. Salah satu rangkaian kegiatan utamanya, forum APTIKNAS TECHSUMMIT 2026, menjadi pusat perhatian karena secara mendalam membahas potensi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), perubahan pola bisnis akibat disrupsi teknologi, serta gambaran peluang pengembangan industri digital secara nasional.
 
Mengangkat tema utama “AI-Native Indonesia 2026, From Agentic AI to Physical AI: Building the Next Intelligent Economy”, kegiatan APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 ini berhasil mempertemukan berbagai pandangan strategis dari beragam pihak. Mulai dari perwakilan pemerintah, organisasi lintas asosiasi, perusahaan penyedia teknologi terbaru, dunia akademik, hingga praktisi di lapangan, semuanya berdiskusi secara mendalam mengenai penerapan nyata AI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih cepat dan berkualitas.
 
Upacara pembukaan IGEX Bandung yang berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026, dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Hadir di antaranya Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia; Ir. Soegiharto Santoso, S.H., Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO dan Ketua Dewan Pengawas AGKDI; serta Amy Hsiao, Direktur Taiwan Trade Center Jakarta. Turut hadir Putro Dewanto, General Manager Household Consumer Business Region Jawa Barat Telkomsel; Fanky Christian, Sekretaris Jenderal DPP APTIKNAS; Andi Tanudiredja, Wakil Ketua Umum DPP APTIKNAS; serta Anton Budyana, Ketua DPD APTIKNAS dan APKOMINDO wilayah Jawa Barat.
 
Keterlibatan aktif dari berbagai sektor ini menunjukkan bahwa kerja sama antar industri sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem permainan dan digital yang dapat bertahan dan berkembang di Indonesia. Pasalnya, industri game saat ini bukan lagi sekadar sarana hiburan. Di dalamnya terdapat gabungan berbagai bidang teknologi yang kompleks, mulai dari pengembangan perangkat lunak, desain visual, seni animasi, musik digital, infrastruktur komputasi awan, pemasaran digital, hingga algoritma kecerdasan buatan.
 
Selain tokoh-tokoh utama tersebut, berbagai pengurus dan perwakilan organisasi yang turut mendukung terselenggaranya IGEX di Kota Kembang ini antara lain Andri Sugondo, Cepu Supriyanto, Hartanto Sutardja, Maulis Taufik Kosasih, S.Pd., Wong Sui Jan, Yuliasiane Sulistiyawati, dan Yuliyanti. Sementara itu, perwakilan dari Tim Sivali juga hadir memeriahkan acara, yaitu Farah Zahira, Ryo Ardian, dan Veros Mohamed.
 
Daya tarik IGEX Bandung ternyata juga dikenal hingga ke luar negeri. Pada hari Sabtu, 24 Oktober 2026, Alexander Bodrov, Sekretaris Jenderal VIDO — sebuah asosiasi pengembang game asal Rusia — terlihat hadir langsung di lokasi kegiatan. Kehadiran delegasi dari Rusia ini memberikan nuansa tersendiri dalam hubungan kerja sama internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas serta pertukaran pengalaman terkait strategi pengembangan industri game di dunia.
 
Mengupas Tuntas Peluang dan Tantangan Penerapan AI di Indonesia
 
Dalam pidato penutupnya di forum APTIKNAS TECHSUMMIT 2026, Soegiharto Santoso — yang akrab disapa Cak Hoky — menyampaikan bahwa teknologi digital dan ekonomi kreatif adalah dua hal yang saling berkaitan erat. Teknologi memberikan kemampuan sistem yang lebih canggih, sementara kreativitas manusia menciptakan nilai tambah yang bermakna. Jika keduanya berjalan beriringan dengan baik, maka pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan akan semakin pesat.
 
“Kehadiran AI membawa banyak peluang sekaligus tantangan bagi kita semua. Kita tidak boleh hanya berhenti pada pembahasan teoritis saja mengenai kecerdasan buatan ini. Sekarang saatnya untuk mulai menerapkannya di dunia nyata, menghitung manfaat dan efisiensinya, menjaga keamanannya dari risiko yang mungkin muncul, serta menyatukannya ke dalam rencana strategis pengembangan usaha kita,” ujar Hoky dengan tegas.
 
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi dari era Agentic AI menuju Physical AI membuka peluang besar untuk meningkatkan produktivitas kerja, mempercepat proses inovasi, serta menciptakan model bisnis baru yang lebih kompetitif. Meski demikian, penerapan teknologi canggih ini harus didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang memadai, sistem keamanan siber yang kuat, tata kelola yang terbuka, serta kemampuan untuk terus beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
 
Indonesia sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar, seperti banyaknya generasi muda yang melek teknologi, kreativitas yang tak terbatas, kekayaan budaya, serta pasar dalam negeri yang sangat luas. Tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana mengubah semua potensi tersebut menjadi karya yang bernilai, hak kekayaan intelektual yang diakui dunia, lapangan kerja yang baru, serta manfaat ekonomi yang dapat dirasakan secara berkelanjutan.
 
“Kita memiliki tanggung jawab besar agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi dari luar negeri. Kita harus berubah menjadi pencipta, pengembang, dan pelaku usaha yang mampu menghasilkan karya bermutu yang dapat bersaing di tingkat internasional,” tambahnya lagi.
 
Sinergi Lintas Bidang untuk Membahas Kesiapan Menuju Era AI
 
Forum diskusi APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 menghadirkan pembicara yang ahli di bidangnya masing-masing dari berbagai latar belakang keilmuan. Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc., bersama Fanky Christian membahas dari sisi kebijakan pemerintah dan peran asosiasi dalam mendukung pertumbuhan ekosistem teknologi digital di tanah air.
 
Dari kalangan pelaku industri, hadir Ryoka Putra Agitama, Presales Engineer VST ECS Indonesia; Yolanda Roring, Direktur Pemasaran PT Masterdata Digital Cyberindo; serta Michael Edward, pakar Server AI. Ketiganya membahas berbagai solusi teknologi yang dapat diterapkan serta ketersediaan infrastruktur yang mendukung berjalannya sistem kecerdasan buatan di Indonesia.
 
Sementara itu, perspektif ilmiah disampaikan oleh para akademisi, yaitu Assoc. Prof. Muharman Lubis, BIT., BSc(Psy)., BAIS., MIT., MM., PhD(IT), dari Telkom University, serta Dr. Septiana Ayus Estri Mahani, S.E., M.M., CISA, CFA, seorang pemerhati isu AI sekaligus dosen di Program Studi Manajemen FEB Universitas Islam Bandung.
 
Pembahasan ini menjadi semakin lengkap dengan kehadiran Miryam Ariadne Sigarlaki, M.Psi., Psikolog. Sebagai seorang praktisi psikologi, pendidik, sekaligus pendiri dan Direktur Operasional Jatidiri.app, beliau melengkapi diskusi dari sisi kesiapan mental dan masyarakat dalam menghadapi perubahan besar yang dibawa oleh kemajuan teknologi digital.
 
Dari berbagai sudut pandang yang disampaikan, terlihat jelas bahwa perubahan yang dibawa oleh kecerdasan buatan bukan sekadar soal perangkat teknologi semata, melainkan juga menyangkut peningkatan kemampuan diri, kemampuan beradaptasi organisasi, serta perubahan dalam dunia kerja yang akan datang.
 
Penghargaan bagi Penggerak Roadshow Game Nasional
 
Di tengah kegiatan, Hoky secara khusus memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Umum AGKDI sekaligus Ketua DPD APTIKNAS Jakarta dan Ketua DPD APKOMINDO Jakarta, serta kepada Andi Tanudiredja. Keduanya dinilai berhasil menjadi penggerak utama yang secara konsisten mendampingi pelaksanaan pameran game nasional ini hingga kini telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya.
 
Menurut penilaian Hoky, keteguhan dalam menjaga keberlangsungan program besar ini adalah kontribusi yang sangat berharga bagi kemajuan industri game, pengembangan kreativitas, serta pembibitan bakat-bakat muda di bidang teknologi digital di Indonesia.
 
“Saya sampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Hendri Andrigo Sutanto dan Andi Tanudiredja atas dedikasi luar biasa mereka dalam menggerakkan pameran roadshow game ini hingga mencapai tahun kelima. Luar biasanya, mereka secara konsisten mampu menyelenggarakannya di lima kota berbeda setiap tahunnya. Semangat dan konsistensi ini harus terus dijaga, agar nama besar IGEX semakin dikenal dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan industri game dan ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Hoky dengan bangga.
 
Ia berharap IGEX di masa mendatang tidak hanya sekadar menjadi tempat berkumpul atau pameran sesaat, tetapi berkembang menjadi ruang pengembangan bagi para pencipta konten lokal, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga generasi muda untuk bekerja sama, menghasilkan karya baru, serta membangun peluang bisnis yang berkelanjutan.
 
Dukungan Mitra Strategis Memperkuat Keberhasilan IGEX 2026
 
Kesuksesan IGEX 2026 di Ciwalk Bandung tentu tidak lepas dari dukungan dan kerja sama yang erat dengan berbagai mitra industri dan perusahaan yang peduli terhadap pengembangan ekosistem teknologi, permainan, dan olahraga elektronik di Indonesia.
 
Tercatat Taiwan Excellence, Telkomsel, dan IndiHome menjadi sponsor utama yang mendukung penuh kegiatan ini. Sementara itu, dukungan fasilitas dan operasional juga diberikan oleh berbagai merek ternama, antara lain Samsung, AMD, Lexar, ASRock, Gigabyte, Team, Kingston HYTE, Paradox Gaming, Ryunix, Nemesis, Cube Gaming, Antec, Super Flower, Armageddon, Thrustmaster, Aolion, Bambu Lab, serta LAN Game. Kegiatan ini juga didukung oleh perusahaan penerbit game terkemuka seperti Megaxus, Zepetto, Haya, Line Game, dan IGG.
 
Dukungan penuh dari seluruh mitra tersebut menjadi kunci utama agar IGEX dapat berjalan dengan lancar. Kerja sama ini menunjukkan semakin tingginya perhatian dunia usaha terhadap pertumbuhan industri game, pemanfaatan teknologi digital, serta terjalinnya hubungan bisnis yang saling menguntungkan antar berbagai pihak.
 
Keharmonisan hubungan antara panitia penyelenggara, asosiasi, komunitas, dan mitra bisnis diharapkan dapat menjamin kelangsungan kegiatan serupa di masa depan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri game dan ekonomi kreatif dunia.
 
Perluasan Jaringan APTIKNAS Membuka Peluang Bisnis yang Lebih Luas
 
Perlu diketahui bahwa APTIKNAS adalah organisasi yang menaungi pengusaha di bidang teknologi informasi dan komunikasi, yang tumbuh dari sejarah panjang APKOMINDO — sebuah organisasi industri yang telah berdiri sejak tahun 1991. Saat ini, APTIKNAS telah memiliki perwakilan di 31 daerah, dari Aceh hingga Papua, dengan sekitar 2.000 perusahaan yang tercatat sebagai anggota aktif.
 
Memanfaatkan jaringan yang luas ini, APTIKNAS terus menjembatani kerja sama antara pelaku bisnis, penyedia teknologi, pengembang perangkat lunak, pemerintah, dunia akademik, dan mitra dari luar negeri. Beberapa program strategis yang disampaikan Hoky antara lain Roadshow Nasional AI Driven Secure & Efficient bekerja sama dengan BSSN RI di delapan kota besar, pembentukan Koperasi APTIKNAS MAJU BERSAMA, serta peluncuran platform digital Mall APTIKNAS.
 
Selain itu, APTIKNAS juga sedang menyiapkan pelaksanaan National Cyber Security Connect (NCC) 2026 yang akan berlangsung pada 28–29 Oktober 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengundang berbagai pihak terkait keamanan siber di Indonesia. Kegiatan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kesadaran serta memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan data dan sistem informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
 
Setelah sukses di Kota Bandung, rangkaian kegiatan IGEX 2026 bersama APTIKNAS TECHSUMMIT 2026 selanjutnya akan hadir di Tangcity Mall, Tangerang, pada 19 hingga 22 November 2026.
 
Tiga Pesan Penting untuk Kemajuan Ekosistem Digital Nasional
 
Sebelum menutup pidatonya, Hoky menyampaikan tiga pesan utama yang perlu menjadi perhatian seluruh pelaku industri digital. Pertama, setiap pengetahuan baru harus diwujudkan dalam tindakan nyata agar meningkatkan kemampuan individu, efisiensi kerja, dan daya saing usaha. Kedua, setiap pertemuan yang terjadi harus diikuti dengan kerja sama yang nyata dan saling menguntungkan bagi semua pihak. Ketiga, setiap karya yang dihasilkan harus memberikan nilai ekonomi, membantu menyelesaikan masalah di masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat industri dalam negeri.
 
Sebagai penutup, ia menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, mitra kerja sama, asosiasi, komunitas pecinta game, pembicara, peserta lomba, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan IGEX 2026 dan APTIKNAS TECHSUMMIT 2026.
 
“Mari kita bersatu tekad agar tidak hanya menjadi penonton dari kemajuan zaman. Sebaliknya, jadilah bagian dari mereka yang bergerak menciptakan perubahan yang positif,” pesan Hoky di akhir sambutannya.
 
Keberhasilan IGEX 2026 di Ciwalk Bandung ini menjadi awal yang baik dalam mempererat kerja sama antar pelaku ekosistem digital di Indonesia, sekaligus membuktikan bahwa bangsa ini mampu berdiri tegak sebagai pencipta teknologi yang produktif, aman, dan dihormati di mata dunia.
 
(Andi)

Selasa, Oktober 27, 2026

Wali Murid Bahagia, Rehab Ruang Kelas SDN Karangsari Tasikmalaya Senilai Rp136 Juta, KBM Kini Lebih Nyaman

TASIKMALAYA, Artha-News.com — Kebahagiaan dirasakan wali murid SDN Karangsari, Kabupaten Tasikmalaya, dengan selesainya rehabilitasi ruang kelas sekolah mereka. Selama ini kondisi ruang kelas yang rusak membuat kegiatan belajar mengajar kurang nyaman. Kini, dengan adanya perbaikan tersebut, proses belajar mengajar dapat berjalan lebih aman, nyaman, dan kondusif.
 
Berdasarkan Papan Informasi Kegiatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, proyek dengan nomor 000.3/14068/SD/2026 ini mulai dikerjakan pada 5 Oktober 2026. Paket pekerjaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas SDN Karangsari bersumber dari APBD Dana Alokasi Umum (DAU) 2026 senilai Rp136.815.143,57, dilaksanakan oleh CV. Gemini selama 80 hari kalender.
 
"Alhamdulillah kami sebagai wali murid sangat bahagia dengan adanya rehab kelas ini. Anak-anak kami jadi belajarnya nyaman, tidak khawatir lagi atap bocor atau lantai rusak. Terima kasih untuk Pemda Tasikmalaya dan Disdik," ungkap salah satu wali murid SDN Karangsari kepada Artha-News.com.
 
Dengan ruang kelas yang telah direhab, diharapkan prestasi siswa semakin meningkat dan guru pun lebih bersemangat dalam mengajar. Perbaikan infrastruktur pendidikan ini menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang layak bagi generasi penerus di Kabupaten Tasikmalaya.
 
(Yana - Artha-News)

Pemkot Cimahi Matangkan Rencana Pangan dan Gizi 2026–2030, Stunting Jadi Perhatian

CIMAHI, Artha-News.com — Pemerintah Kota Cimahi mematangkan langkah strategis dalam mengamankan masa depan kesehatan dan ketahanan masyarakat melalui penyusunan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (RAD PG BPSDL) Tahun 2026–2030. Konsultasi publik digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik Kota Cimahi pada Selasa, 27 Oktober 2026. Langkah ini diambil guna menghimpun masukan untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kualitas gizi masyarakat, dan mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
 
Kegiatan krusial tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur, mulai dari Bappeda Provinsi Jawa Barat, perangkat daerah Pemerintah Kota Cimahi, instansi vertikal, Bulog, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), PKK, organisasi profesi, kelompok tani, dunia usaha, hingga tim teknis penyusun.
 
Konsultasi publik diawali dengan pemaparan materi dan diskusi kelompok terarah, dilanjutkan penyampaian masukan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta arahan penutup Wali Kota Cimahi, Ngatiyana.
 
Paparan utama disampaikan oleh Dr. Ir. Yayuk Farida Baliwati, M.S., Lektor Kepala Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor, bersama tim MWA Training & Consulting, yakni Marina Noor Prathivi, S.TP., M.M., dan Wilaga Azman Kharis, S.E., M.Si.
 
Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan matriks rencana aksi, terutama penentuan prioritas kegiatan, indikator dan target, serta pembagian peran antarpihak. Peserta juga menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan usulan perbaikan berdasarkan kebutuhan wilayah maupun layanan masing-masing.
 
Masukan turut disampaikan Firstea Octa Merryana, S.Pt., M.Si., Perencana Ahli Muda Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Provinsi Jawa Barat. Seluruh saran dari pemerintah provinsi dan peserta menjadi bahan penelaahan tim penyusun bersama perangkat daerah sebelum dokumen dan matriks rencana aksi difinalisasi.
 
Kepala Bapperida Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama, S.T., M.M., menjelaskan bahwa penyusunan RAD PG BPSDL telah melalui tiga kali forum diskusi kelompok. FGD pertama pada Juli 2026 membahas evaluasi pelaksanaan tahun 2025 dan pemetaan permasalahan. FGD kedua pada Agustus memperdalam data serta indikator, sedangkan FGD ketiga pada September mempertajam rancangan dokumen dan matriks rencana aksi.
 
Selain melalui diskusi langsung, masukan konsultasi publik juga dihimpun menggunakan lembar saran agar peserta yang belum sempat menyampaikan pendapat secara lisan tetap dapat memberikan kontribusi.
 
Dalam arahan penutup, Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengapresiasi kontribusi perangkat daerah, narasumber, dan seluruh peserta. Ia meminta hasil konsultasi publik ditindaklanjuti menjadi penyempurnaan rancangan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 
Menurut Ngatiyana, keberhasilan pembangunan pangan dan gizi harus tercermin dari ketersediaan pangan, keterjangkauan harga, serta tersedianya makanan bergizi bagi keluarga. Penguatan potensi pangan lokal juga perlu diiringi ketahanan pasokan dan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim.
 
Kondisi Kota Cimahi yang memiliki keterbatasan lahan pertanian dan masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, ia mendorong penguatan kerja sama antardaerah, pemanfaatan pekarangan, pertanian perkotaan, Kelompok Wanita Tani, serta pengembangan UMKM pangan. Selain itu, distribusi pangan dan kesiapan cadangan pangan perlu diperkuat untuk menjaga ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
 
Ngatiyana juga menekankan pentingnya konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok sasaran pada seribu hari pertama kehidupan, disertai upaya pemenuhan gizi remaja dan calon ibu.
 
(Ari .M - Artha-News)

HUT ke-27 IPJI: Tantangan Jurnalis di Era AI, Menjaga Integritas dan Mengawal Kepentingan Publik


CIMAHI, Artha-News.com — Peringatan HUT ke-27 IPJI menjadi momentum krusial bagi insan pers nasional untuk merefleksikan peran media di tengah gempuran teknologi modern. Memasuki usia ke-27 tahun yang diperingati pada 28 Oktober 2026, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) kembali menegaskan pentingnya peran organisasi profesi dalam ekosistem pers dan kepenulisan nasional. Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tantangan dunia media bukan lagi sekadar kecepatan menyampaikan informasi, melainkan juga menyangkut integritas, independensi, dan keberpihakan pada kepentingan publik.
 
Sebagai wadah berhimpunnya para penulis, jurnalis, dan insan media, IPJI diharapkan terus beradaptasi dengan dinamika zaman. Penasehat IPJI, Dra. Ai Mulyani, M.Pd., yang akrab disapa Bunda Ai, menekankan bahwa keberadaan organisasi profesi tidak boleh sekadar menjadi simbol seremonial, tetapi harus hadir sebagai kekuatan nyata dalam melindungi, membina, dan mengarahkan profesi kepenulisan menuju praktik yang bermartabat.
 
"Pers dan penulis bukan sekadar penyampai informasi, melainkan perisai keadilan sosial bagi masyarakat. Di tengah kompleksitas zaman saat ini, kemandirian moral dan perlindungan terhadap hak-hak publik adalah prinsip mutlak yang harus terus dijaga," ujar Bunda Ai di Cimahi.
 
Urgensi Keanggotaan dalam Organisasi Profesi
 
Peran organisasi profesi seperti IPJI kerap menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Seberapa penting keberadaannya, dan apakah keanggotaan dalam organisasi profesi merupakan kewajiban bagi penulis maupun jurnalis?
 
Kemerdekaan pers dan kebebasan menyampaikan pendapat dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta peraturan perundang-undangan terkait. Keikutsertaan dalam organisasi profesi bukanlah kewajiban universal bagi setiap orang yang berkecimpung dalam dunia tulis-menulis.
 
Meski demikian, organisasi profesi dapat menjadi ruang untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat solidaritas, dan mendorong penegakan etika profesi. Dalam menjalankan tugasnya, jurnalis dan penulis dapat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan, sengketa pemberitaan, hingga persoalan hukum.
 
Dalam konteks tersebut, organisasi profesi dapat berperan memberikan pendampingan, advokasi sesuai kapasitasnya, serta penguatan pemahaman terhadap hukum dan Kode Etik Jurnalistik. Dukungan tersebut penting agar para anggotanya dapat menjalankan profesi secara profesional, bertanggung jawab, dan tetap menghormati hak-hak masyarakat.
 
Mengawal Kebijakan Publik melalui Fungsi Kontrol Sosial
 
Dalam tata kelola pemerintahan, peran strategis pers tidak terletak pada kewenangan eksekutif maupun legislatif, melainkan pada kemampuannya menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berbasis fakta.
 
IPJI memiliki ruang untuk mendorong penguatan profesionalisme anggotanya dalam mengawasi kebijakan publik. Melalui karya jurnalistik dan tulisan yang kritis, jurnalis dapat menyampaikan informasi kepada masyarakat, mengungkap persoalan yang menyangkut kepentingan publik, serta mendorong penyelenggara pemerintahan agar menjalankan prinsip transparansi dan akuntabilitas.
 
Dalam isu-isu penting, seperti perlindungan hak masyarakat dan penegakan hukum, pemberitaan yang didukung data dan verifikasi dapat menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan. Namun, peran tersebut harus dijalankan dengan menjunjung independensi, menghindari konflik kepentingan, serta memberikan ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi.
 
Pengaruh organisasi profesi pada akhirnya perlu dibangun melalui kualitas karya, integritas, dan kepercayaan publik, bukan semata-mata melalui besarnya jaringan atau kedekatan dengan pemangku kepentingan.
 
Menyongsong Masa Depan Pers di Era Kecerdasan Buatan
 
Peringatan HUT ke-27 IPJI mengusung tema "Jurnalis Berdaya di Era AI, Bersatu Membangun Kemandirian dan Mengawal Perlindungan Masyarakat". Tema ini menjadi momentum refleksi bagi insan pers dan penulis untuk menghadapi perubahan teknologi tanpa mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.
 
Kecerdasan buatan dapat membantu proses pencarian informasi, pengolahan data, penyusunan materi, dan berbagai pekerjaan pendukung jurnalistik. Namun, teknologi tersebut tidak menggantikan tanggung jawab manusia dalam memverifikasi fakta, menjaga akurasi, melindungi sumber, dan mempertimbangkan dampak pemberitaan terhadap masyarakat.
 
Karena itu, peningkatan kompetensi digital perlu berjalan beriringan dengan penguatan etika, independensi, dan kemampuan berpikir kritis. Pemanfaatan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menjadi jalan pintas yang mengabaikan verifikasi maupun berpotensi menyebarkan informasi keliru.
 
Di usia ke-27 tahun, IPJI diharapkan terus memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kapasitas anggota, dan memperluas kontribusi dalam kehidupan pers nasional. Kemandirian organisasi serta komitmen terhadap kepentingan publik menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi organisasi di tengah perubahan zaman.
 
Selamat Hari Ulang Tahun ke-27 Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia. Semoga IPJI semakin solid, profesional, dan konsisten mengawal kepentingan masyarakat melalui karya yang berintegritas dan bertanggung jawab.
 
(Ari M)