📰 5 BERITA TERBARU
- ⏳ Memuat...
🔥 5 BERITA POPULER
- ⏳ Memuat...
Perda P-APBD 2026 & Penyertaan Modal ke Bank Sumut Ditetapkan, Bupati Vandiko dan DPRD Samosir Teken Persetujuan Bersama
Bappeda Jadi Otak Pembangunan Kota Tasikmalaya 2026–2028: Susun Renja, OPD Lain Jadi Pelaksana Teknis di Lapangan
Balita 2 Tahun Meninggal Terserempet Kereta Api di Pintusinga Kota Banjar
BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Suasana duka menyelimuti keluarga di Lingkungan Pintusinga, Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar pada Rabu (30/9/2026) sore.
Seorang balita berusia dua tahun meninggal dunia setelah diduga terserempet kereta api di jalur rel KM 308+8-9 sekitar pukul 17.30 WIB.
Korban diketahui berinisial A.S.M., warga setempat. Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh petugas, korban diduga hendak mengikuti kakaknya menyeberangi jalur rel kereta api.
Namun, pada saat bersamaan, kereta api datang dari arah barat sehingga korban diduga tidak sempat menghindar.
Kronologi Balita Terserempet Kereta di Banjar
Korban kemudian terserempet kereta api hingga terpental sekitar 14,7 meter dari titik kejadian. Melihat kejadian tersebut, saksi yang berada di sekitar lokasi segera menghampiri korban dan mendapati korban masih menunjukkan denyut nadi.
Saksi bersama warga kemudian segera membawa korban ke RS Mitra Idaman untuk mendapatkan pertolongan medis.
Setelah dilakukan pemeriksaan, korban mengalami luka berat pada bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Jenazah korban selanjutnya dibawa kembali ke rumah menggunakan ambulans untuk diserahkan kepada keluarga.
Penyelidikan Polisi dan Imbauan Kapolsek Banjar
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Banjar segera bergerak menuju TKP. Petugas melakukan pengecekan di lokasi, memastikan kondisi sekitar, serta menggali keterangan dari warga dan saksi yang mengetahui kejadian tersebut.
Petugas selanjutnya melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para saksi serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan peristiwa tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan sesuai prosedur.
Kapolsek Banjar AKP Yudy Ristiyanto, S.H., menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Pihaknya sekaligus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak, khususnya ketika berada di sekitar jalur kereta api.
“Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama. Kami mengimbau para orang tua untuk selalu mendampingi dan memastikan anak-anak tidak berada atau menyeberang di jalur kereta api tanpa pengawasan orang dewasa,” ujar AKP Yudy.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan jalur kereta api bukan tempat yang aman untuk bermain maupun menyeberang sembarangan. Kepolisian mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap keselamatan diri dan keluarga, terutama anak-anak, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(Kabiro Banjar: Rena Yusnita)
Jangan Jadikan Program Unggulan RI Ajang Bisnis — AJGT Kawal Revitalisasi Sekolah APBN
TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi unggulan Presiden RI Prabowo Subianto dengan kucuran dana triliunan rupiah dari APBN, kini tengah menjadi sorotan tajam publik.
Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT) mengingatkan dengan tegas agar program mulia guna memajukan dunia pendidikan ini tidak dijadikan ajang bisnis dan bancakan oknum. Ketua Umum AJGT menegaskan terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat agar program unggulan ini tidak gagal di lapangan dan tidak menyimpang dari aturan yang berlaku.
1. Peran P2SP Harus Lebih Profesional
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) adalah jantung pelaksanaan program ini. P2SP tidak boleh sekadar menjadi pihak yang hanya menandatangani pencairan dana di bank.
"P2SP harus profesional, paham Rencana Anggaran Biaya (RAB), Rencana Kerja dan Syarat (RKS), serta paham standar mutu. Jangan seluruh pekerjaan dilempar kepada pemborong atau Kepala Sekolah. Jika P2SP lepas tangan, sudah dapat dipastikan kualitas maupun kuantitas bangunan akan dikorbankan. Ini adalah uang negara, bukan uang pribadi," tegas Ketua Umum AJGT.
2. Konsultan Perencana dan Pengawas Dituntut Proaktif
Ketua Umum AJGT menyoroti banyaknya konsultan pengawas yang hanya datang ke lokasi seminggu sekali sekadar untuk berfoto dan menyusun laporan bulanan.
"Konsultan perencana maupun pengawas dituntut proaktif, harus hadir di lapangan setiap hari. Tugasnya mengawasi pemasangan besi, semen, baja ringan, hingga pemasangan genteng. Jika di lapangan ditemukan praktik menambal sulam menggunakan material bekas namun konsultan diam, berarti konsultan ikut terlibat. Jangan hanya menjadi penonton yang dibayar mahal," tandasnya.
3. Transparansi Harga Mati, Petunjuk Teknis Tidak Boleh Dilanggar
Ini merupakan poin krusial: mekanisme serta aturan petunjuk teknis (juknis) Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah adalah ketentuan harga mati yang tidak boleh dilanggar. Kualitas dan kuantitas material, sistem pengelolaan teknis di lapangan, maupun sistem pengelolaan keuangan harus benar-benar sesuai dengan juknis.
"Tidak ada alasan berhemat dengan menggunakan barang bekas. Juknis secara tegas mewajibkan penggunaan material baru bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Faktur belanja harus asli, toko penyedia teridentifikasi, dan kewajiban pajak tertib. Karena ini uang negara melalui APBN, setiap rupiah wajib dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," jelas Ketua Umum AJGT.
Pengawasan Bersama Kunci Keberhasilan
Ketua Umum AJGT menekankan bahwa Kepala Sekolah, P2SP, Dinas Pendidikan, hingga Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah harus proaktif dan bersinergi menyelesaikan program ini agar berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Keterlibatan masyarakat bersama pihak sekolah dan P2SP merupakan wujud kepedulian nyata terhadap kemajuan dunia pendidikan.
"Dengan pengawasan bersama, kita dapat mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang layak, nyaman, indah, dan sehat. Itulah tujuan utama Program Unggulan RI untuk membawa dunia pendidikan ke arah yang lebih baik dan maju," pungkas Ketua Umum AJGT.
Hingga berita ini diturunkan, redaksi terus berupaya melakukan konfirmasi ke dinas dan instansi terkait guna mendapatkan informasi pembanding yang berimbang. AJGT menyatakan akan terus mengawal ketat seluruh proyek revitalisasi sekolah di wilayah Jawa Barat agar tidak melenceng dari ketentuan yang berlaku.
Laporan:
Tim Redaksi Artha-News
Klarifikasi KCD XII Soal Revitalisasi SMKS Nanggaleuh: Peran TNI Terang, Alasan Pajang Foto Dandim Belum Dijawab
Revitalisasi SDN Mandalahayu Tasikmalaya Rp1,8 Miliar Disorot, Ada Apa?
Viral Video 31 Detik Mobil Damkar Kota Banjar Mogok saat Menuju Lokasi Kebakaran, Warga: Mobil Butut!
Diduga Ilegal, Tambang Galian C di Desa Sinaga Uruk Kecamatan Nainggolan Resahkan Warga
Anggaran Dipangkas, Guru Mengundurkan Diri — Sejumlah PAUD di Pangururan Terancam Berhenti, Camat Ajak Pemkab Samosir Cari Solusi
Seminar KKN INU Tasikmalaya, 70 Mahasiswa Paparkan Hasil Pengabdian di Kecamatan Gunungtanjung.
Tasikmalaya, 28 September 2026 — Institut Nahdlatul Ulama (INU) Tasikmalaya menggelar seminar Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Senin (28/9/2026) di Aula Kampus INU Tasikmalaya. Sebanyak 70 mahasiswa dari tujuh kelompok memaparkan hasil program pengabdian yang telah dilaksanakan di tujuh desa di Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya.
Seminar tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus bentuk pertanggungjawaban mahasiswa atas berbagai program kerja yang telah dilaksanakan. Dalam kegiatan ini, mahasiswa mempresentasikan proses pelaksanaan, capaian, kendala, serta upaya yang dilakukan selama menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Pemaparan hasil KKN diuji langsung oleh Ai Hilyatul Halimah, M.Pd., selaku _Steering Comitte_ (SC) seminar KKN. Masing-masing kelompok diberikan kesempatan untuk menjelaskan program yang telah dilaksanakan di lokasi pengabdian.
Salah satu program unggulan berasal dari kelompok KKN Desa Jatijaya yang dikoordinator oleh Jamal Fauzi, yakni Pojok Baca di SDN Ciroyom. Program tersebut diawali dengan pembuatan rak buku agar koleksi bacaan dapat ditata lebih rapi dan mudah diakses siswa sebagai upaya mendukung minat baca.
Selain Pojok Baca, mahasiswa juga melaksanakan program bank sampah sebagai bentuk pengabdian di bidang lingkungan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan sekitar.
Seminar KKN ini menjadi salah satu tahapan akhir rangkaian KKN INU Tasikmalaya di Kecamatan Gunungtanjung sekaligus menjadi ruang evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama berada di masyarakat.
Dalam wawancara, Dr. H. Pepep Puad Muslim, M.SI. Rektor INU Tasikmalaya berharap pengalaman selama KKN dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika nantinya terjun dan bermasyarakat.
“Saya berharap mahasiswa yang telah melaksanakan KKN bisa menjadikan pengalaman ini sebagai bekal dan bisa diimplementasikan ketika mereka sudah bermasyarakat nanti. Selain itu, mahasiswa juga bisa menjaga silaturahmi, terutama dengan masyarakat dan pihak-pihak terkait di tempat yang menjadi lokasi KKN mereka.”
Pengalaman selama KKN diharapkan tidak berhenti setelah program berakhir, tetapi dapat terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Mahasiswa juga diharapkan tetap menjaga hubungan baik dan silaturahmi dengan masyarakat di lokasi KKN.
(Arya Siloka)