TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Selasa, 15 September 2026, Kecamatan Pagerageung secara resmi menggelar agenda tahunan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan untuk tahun 2026 ini. Dengan mengusung tema utama yang sangat sarat akan makna filosofis mendalam, yaitu “Ngaraksa, Ngariksa, Tur Ngamumule Budaya Sunda”, ajang bergengsi tersebut sukses menjadi panggung kreativitas bagi segenap generasi muda di daerah.
Kegiatan pelestarian budaya lokal ini diikuti oleh sedikitnya 462 siswa-siswi putra (PA) dan putri (PI) yang merupakan perwakilan delegasi terbaik utusan dari 33 sekolah dasar se-Kecamatan Pagerageung. Untuk mengakomodasi membeludaknya jumlah peserta kompetisi, festival seni tradisional ini berlangsung secara serentak di tiga titik lokasi strategis, meliputi GOR PGRI Kecamatan Pagerageung, gedung SDN 4 Pagerageung, serta area Kantor EK UPTD/Sekber.
Upaya Kemendikbudristek Lestarikan Budaya Sunda
Ajang FTBI sendiri merupakan program unggulan Kemendikbudristek yang dirancang khusus untuk menumbuhkan kembali rasa kecintaan serta kepedulian generasi muda terhadap bahasa ibu dan ragam seni budaya daerah sejak usia dini. Guna menggali bakat terpendam para siswa, berbagai mata lomba tradisional digelar sangat meriah. Kompetisi menarik tersebut meliputi lomba dongeng Sunda, pidato bahasa Sunda (biantara), maca puisi (sajak), nembang pupuh tradisional, hingga kemampuan seni menulis ragam aksara Sunda kuno.
Kemeriahan dan kekhidmatan acara kebudayaan ini semakin terasa lengkap dengan kehadiran Pengawas Bina Kecamatan Pagerageung, Hj. Eli Solihat, S.Pd., M.Pd., yang turut memantau langsung jalannya perlombaan di setiap lokasi acara.
Dukungan Penuh Guru dan Kepala Sekolah
Dalam sambutannya, Ketua Panitia FTBI Pagerageung mengucapkan banyak terima kasih serta apresiasi setinggi-tingginya atas segala dukungan penuh dari seluruh pihak terkait, khususnya para tenaga pendidik. “Tanpa adanya dukungan konkret dan kerja sama yang erat dari Bapak/Ibu guru serta para kepala sekolah, kegiatan besar ini tidak akan mungkin berjalan dengan lancar, tertib, dan semeriah ini,” ujarnya dengan penuh rasa syukur.
Dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi, pelaksanaan FTBI Pagerageung 2026 diharapkan dapat menjadi langkah nyata yang berkelanjutan dalam rangka menjaga, memelihara, sekaligus melestarikan bahasa serta kebudayaan Sunda di lingkungan sekolah. Melalui edukasi seni ini, nilai luhur kearifan lokal akan tetap hidup bersemi dalam setiap sanubari generasi penerus bangsa.
(Yana)
ARTHA-NEWS - -Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar