Laka Laut di Pantai Barat Pangandaran: 9 Orang Selamat, Kapolres Imbau Wisatawan Patuhi Aturan


Catatan Redaksi
Artikel ini telah diperbarui guna menyempurnakan sistem navigasi, pelabelan, serta kualitas isi demi kenyamanan pembaca dan kinerja penelusuran yang optimal di mesin pencari Google.
 
PANGANDARAN, ARTHA-NEWS.COM — Kecelakaan laut menimpa sebuah perahu wisata yang mengangkut sembilan orang wisatawan asal Karawang di kawasan Pantai Barat Pangandaran. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu, 5 April 2025, sekitar pukul 12.30 WIB siang.
 
Perahu wisata tersebut dilaporkan terbalik di area perairan antara Pos 4 dan Pos 5, tepat di depan Hotel Laut Biru, Pantai Barat Pangandaran. Lokasi kejadian ini sebenarnya masuk ke dalam zona larangan berenang bagi para pengunjung.
 
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan bermula saat perahu pesiar wisata membawa rombongan wisatawan ke tengah laut. Ketika hendak kembali dan menyisir pinggir pantai—sekitar 25 meter dari bibir pantai—mesin perahu tiba-tiba dimatikan oleh nahkoda. Di saat yang bersamaan, gelombang tinggi sekitar 2,5 meter datang menerjang hingga membuat perahu terbalik dan karam.
 
Beruntung, tim gabungan yang terdiri dari Sat Polairud Polres Pangandaran, Basarnas, Balawista, serta relawan SAR yang bersiaga di sekitar lokasi langsung bergerak cepat melakukan evakuasi. Sembilan wisatawan beserta kru perahu berhasil diselamatkan, meskipun beberapa korban harus dilarikan ke puskesmas terdekat karena mengalami syok dan sesak napas akibat terlalu banyak menelan air laut.
 
Menanggapi insiden ini, Kapolres Pangandaran AKBP Mujianto, S.I.K., M.H., langsung turun ke lokasi untuk memantau situasi dan memberikan instruksi tegas terkait keselamatan di kawasan wisata.
 
"Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pantai Pangandaran agar selalu mematuhi rambu-rambu keselamatan yang ada. Jangan memaksakan diri untuk berenang atau menaiki perahu wisata jika kondisi ombak sedang tinggi," tegas AKBP Mujianto saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.
 
Kapolres juga menambahkan bahwa pihak kepolisian bersama pemangku kepentingan terkait akan mengevaluasi operasional perahu wisata di sepanjang garis pantai guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Untuk sementara waktu, aktivitas kapal pesiar wisata di area rawan dihentikan dan patroli pengawasan diperketat.
 
(UG)

ARTHA-NEWS
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Koperasi FANANTARA Dukung Agrinas Tata Ulang Lahan Sawit Negara

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Langkah berani PT Agrinas Palma Nusantara menyetop pola Kerja Sama Operasional (KSO) lama memicu respons positif. Kebijakan mengalihkan pengelolaan lahan kebun sawit sitaan negara lewat kemitraan koperasi dipandang sebagai babak baru tata kelola aset yang lebih bersih.
 
Apresiasi tersebut datang langsung dari Ketua Umum Koperasi FANANTARA, H.M. Hasy’ari Nasution. Melalui pesan tertulis kepada kontributor Artha-News pada Sabtu (12/9/2026), ia menegaskan bahwa langkah korporasi ini krusial demi menjaga kekayaan negara dari penguasaan oknum tidak bertanggung jawab.
 
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan aset negara tetap produktif, terjaga, serta mampu mengalirkan manfaat ekonomi riil untuk masyarakat luas," terang Hasy’ari.
 
Urgensi Akuntabilitas dan Target Produksi
 
Evaluasi KSO oleh Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara, Tuhu Bangun, dinilai sudah tepat. Pemutusan kontrak kemitraan lama dilakukan lantaran kerja sama sebelumnya dinilai mandek tanpa target produksi yang jelas.
 
Bagi FANANTARA, pemanfaatan lahan milik negara wajib dibarengi komitmen tinggi. Kewajiban merawat tanaman, mengamankan area perkebunan, hingga transparansi laporan periodik merupakan poin mutlak yang harus dipenuhi mitra.
 
Hasy’ari menyayangkan jika ada aset negara yang hanya menguntungkan kelompok tertentu sementara kondisi fisik perkebunan justru telantar. Oleh sebab itu, penerapan indikator kinerja berbasis target dinilai efektif mendongkrak akuntabilitas operasional di lapangan.
 
Kejelasan Teknis Lewat Skema Vendorisasi
 
Selain penataan internal, FANANTARA mendukung penuh penerapan sistem vendorisasi untuk menangani pos pekerjaan teknis perkebunan. Ruang lingkup kerja ini mencakup perawatan kelapa sawit, pemanenan, pembersihan area, hingga proses mobilisasi Tandan Buah Segar (TBS).
 
Menurut Hasy’ari, pemisahan tugas berbasis vendor profesional membuat beban kerja menjadi lebih terukur. Evaluasi performa mitra kerja pun bisa berjalan objektif sesuai standar operasi yang dipatok oleh pihak Agrinas.
 
Dorong Kemitraan Strategis Koperasi Unit Desa
 
Di sisi lain, Hasy’ari menggarisbawahi bahwa poin paling fundamental dari transformasi kebijakan ini adalah karpet merah bagi koperasi masyarakat lokal dan kelompok tani. Ia menyerukan kepada para petani daerah agar menangkap peluang kemitraan langsung yang disediakan oleh Agrinas.
 
Masyarakat diimbau tidak lagi bergantung pada korporasi swasta yang memiliki catatan buruk atau rekam jejak bermasalah hukum dalam mengelola lahan sitaan. Keterlibatan aktif koperasi lokal diproyeksikan mampu menghidupkan roda ekonomi daerah secara mandiri.
 
"Petani lokal tidak boleh sekadar jadi penonton. Kelompok tani wajib diberi porsi besar untuk ikut menggerakkan ekonomi perkebunan nasional," tambahnya.
 
Amankan Aset Negara Lewat Pengelolaan Sementara
 
Selama masa transisi dan penataan berjalan, pemanfaatan skema pengelolaan lahan sementara dinilai menjadi solusi taktis yang jitu. Langkah ini penting agar area perkebunan sawit tidak telantar atau memicu aksi penjarahan TBS oleh pihak luar.
 
Menutup keterangannya, Hasy’ari menyatakan komitmen penuh FANANTARA dengan jargon SAVE PETANI, KELOMPOK TANI, KOPERASI & PENGUSAHA MANDIRI INDONESIA. Sinergi kolektif antara Agrinas dan elemen ekonomi kerakyatan diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan pangan dan ketahanan ekonomi nasional.
 

(HM)
Artha-news
--Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-
 

Revitalisasi SD Cilanggen Sukahening Dapat Dukungan Penuh Warga

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Proyek revitalisasi gedung SD Cilanggen yang berlokasi di Desa Kiarajangkong, Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya, berjalan lancar dan kondusif. Program pembangunan yang telah berjalan selama satu bulan ini mendapat respons positif dan dukungan penuh dari orang tua murid serta masyarakat sekitar.
 
Proyek yang dikelola melalui Program Pembangunan Sekolah Penggerak (P2SP) tersebut dilaksanakan oleh CV Napis Jaya Mandiri, dengan Bapak Asep bertindak sebagai pemilik sekaligus penyedia bahan dan jasa kelola.
 
Antusiasme Warga terhadap Perbaikan Fasilitas Sekolah
 
Sebelum proyek revitalisasi ini berjalan, fasilitas gedung khususnya ruang perpustakaan sekolah tersebut diketahui sudah cukup lama terbengkalai. Oleh karena itu, ketika material bangunan mulai diturunkan dan pekerja mulai beraktivitas, antusiasme tinggi langsung ditunjukkan oleh pihak guru maupun warga setempat yang mendambakan fasilitas pendidikan layak bagi anak-anak mereka.
 
Warga menilai, perbaikan infrastruktur pendidikan ini sudah sangat dinantikan demi kenyamanan dan keselamatan para siswa selama mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.
 
Kepala Sekolah Lakukan Pengawasan Ketat
 
Kepala Sekolah SD Cilanggen, Bapak Soni Kurnia, S.Pd., menyampaikan rasa gembira dan syukurnya atas terealisasinya pembangunan kembali fasilitas sekolah yang dipimpinnya. Kendati demikian, pihak sekolah berkomitmen untuk terus mengawal jalannya proyek agar hasilnya maksimal.
 
Bapak Soni Kurnia menegaskan bahwa dirinya senantiasa melakukan pengawasan langsung secara berkala di area sekolah. Langkah pengawasan ini dilakukan guna memastikan seluruh proses revitalisasi berjalan sesuai aturan, tepat waktu, dan memenuhi spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
 
(Ujang Ajat)
Artha-news 
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 
 
 

Persija vs Persib di GBK: Kapolres Banjar Dorong Viking Gelar Nobar Tertib

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Jelang duel panas Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P. mengajak para suporter untuk mengutamakan keselamatan. Pihaknya mendorong Bobotoh untuk memilih opsi nonton bareng (nobar) ketimbang memaksakan diri datang ke stadion.
 
Ajakan tersebut sejalan dengan imbauan Ketua Distrik Viking Banjar Patroman, Asep Muhamad Rumasyah alias Asep Asbrut, kepada para anggotanya yang berada di Kota Banjar maupun di perantauan, khususnya wilayah Jabodetabek.
 
Imbauan Viking Banjar Patroman: Jangan Paksa ke GBK
 
Asep meminta seluruh anggota Viking untuk tidak memaksakan diri datang langsung ke GBK Jakarta. Sebagai gantinya, suporter didorong menyaksikan pertandingan melalui acara nonton bareng (nobar Persib) di wilayah masing-masing.
 
Kapolres Banjar menilai pilihan tersebut sebagai bentuk kedewasaan suporter dalam memberikan dukungan. Menurutnya, kecintaan terhadap Persib tidak harus selalu dibuktikan dengan hadir langsung di tribun stadion, terlebih demi mematuhi regulasi ketertiban demi keselamatan bersama.
 
"Dukungan kepada Persib tidak harus dengan datang ke stadion. Nobar bisa menjadi pilihan untuk tetap memberikan dukungan sekaligus menjaga keselamatan dan ketertiban. Kami mengapresiasi imbauan Viking Banjar Patroman yang mengajak anggotanya menahan diri," ujar AKBP Didi.
 
Kapolres Banjar Ingatkan Aturan Tertib Nobar dan Lalu Lintas
 
Selain menahan diri untuk tidak ke Jakarta, Kapolres juga mengingatkan suporter yang mengikuti nobar agar tetap menjaga ketertiban, baik di lokasi acara maupun saat perjalanan pulang.
 
"Bagi yang melaksanakan nobar, mari jaga keamanan dan ketertiban bersama. Patuhi rambu-rambu lalu lintas, utamakan keselamatan, dan hindari penggunaan knalpot brong. Jangan sampai euforia pertandingan mengganggu masyarakat lainnya," katanya.
 
Menurut Kapolres, fanatisme dan ketertiban bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Suporter tetap dapat bernyanyi, memberikan dukungan, dan merayakan kemenangan dengan tetap menghormati aturan serta lingkungan sekitar.
 
Ia berharap momentum laga klasik Persija vs Persib ini menjadi bukti bahwa suporter sepak bola Indonesia sudah semakin sportif dan bertanggung jawab.
 
"Silakan dukung Persib dengan penuh semangat. Tetapi tetap jaga diri, jaga ketertiban, dan jaga nama baik komunitas. Menang atau kalah, persaudaraan dan keamanan tetap yang utama," tutur AKBP Didi.
 
Pesan dari Banjar itu sederhana: tak perlu memaksakan ke GBK, dukungan tetap bisa bergema dari tempat masing-masing. Nobar tertib, lalu lintas aman, Persib tetap didukung.
 
(Rena Yusnita — Kepala Biro Artha-News Kota Banjar)
 
 

Viking Banjar Patroman Imbau Suporter Tak Paksakan Hadir ke GBK

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Antusiasme tinggi menyambut laga klasik Persija Jakarta kontra Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) mendapat perhatian khusus dari kelompok suporter. Ketua Distrik Viking Banjar Patroman, Asep Muhamad Rumasyah alias Asep Asbrut, meminta anggotanya menahan diri demi keselamatan bersama. Ia mengimbau anggota Viking Banjar Patroman yang berada di perantauan, khususnya wilayah Jabodetabek, maupun yang berangkat dari Banjar, untuk tidak memaksakan hadir langsung ke stadion.
 
Dukung Persib Lewat Nobar yang Tertib
 
Menurut Asep, memberikan dukungan kepada Pangeran Biru tidak harus selalu dilakukan dengan datang langsung ke tribun stadion.
 
"Bagi teman-teman Viking yang berada di perantauan, khususnya di Jabodetabek, maupun teman-teman dari Banjar, kami mengimbau untuk menahan diri dan tidak memaksakan hadir ke Stadion Gelora Bung Karno. Dukungan untuk Persib tetap bisa kita berikan dari tempat masing-masing melalui nobar," ujar Asep Asbrut.
 
Ia juga mengingatkan para anggota yang menggelar nonton bareng (nobar) untuk tetap menjaga ketertiban umum dan keselamatan di jalan raya.
 
"Bagi yang melaksanakan nobar, mari kita jaga keamanan dan ketertiban, baik di lokasi maupun saat perjalanan. Patuhi rambu-rambu lalu lintas dan hindari penggunaan knalpot brong. Kita ingin dukung Persib dengan cara yang positif dan tidak merugikan orang lain," tambahnya.
 
Pesan ini menjadi ajakan nyata agar fanatisme sepak bola tetap berjalan beriringan dengan kedewasaan suporter.
 
Apresiasi dari Polres Banjar
 
Langkah preventif dari pengurus suporter ini mendapat respons positif dari pihak kepolisian. Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro, S.I.K., S.H., M.A.P., CPHR., melalui Kasubsi Penmas Sihumas Bripka Apep Maulana Sidik, mengapresiasi imbauan tersebut.
 
"Kami mengapresiasi sikap Viking Banjar Patroman yang mengajak anggotanya untuk menahan diri dan memilih cara yang lebih aman dalam memberikan dukungan. Ini merupakan bentuk kedewasaan suporter dalam menyikapi pertandingan dengan tensi tinggi," kata Bripka Apep.
 
Pihak Polres Banjar turut mengingatkan agar euforia pertandingan tidak merusak ketertiban umum. Masyarakat diminta tetap mematuhi aturan lalu lintas, tidak memakai knalpot bising, serta menghormati pengguna jalan lain.
 
Bagi Viking Banjar Patroman, esensi dukungan tidak memudar meski terhalang jarak. Semangat mengawal Persib Bandung tetap menyala secara positif tanpa harus mengorbankan keselamatan bersama.
 
(Rena Yusnita) 
Kabiro Banjar Artha-News
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Driver Ojol Tasikmalaya Gelar Aksi, Tuntut Potongan Komisi Maksimal 8 Persen


TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Transportasi Tasikmalaya (STT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Cabang Maxim Tasikmalaya, Jalan Peta Kahuripan, Kecamatan Tawang, pada Kamis (10/9/2026). Aksi unjuk rasa tersebut dipimpin langsung oleh Ketua STT, Eros Rosid. Gerakan penyampaian aspirasi ini berlangsung tertib dengan mendapatkan pengawalan dari pihak kepolisian setempat yang hadir mengamankan lokasi.
 
Pihak aparat kepolisian berada di tempat untuk mendengarkan aspirasi para pengemudi. Selain itu, petugas juga aktif berdialog secara persuasif dengan massa agar situasi di sekitar kantor aplikator tetap kondusif.
 
Berdasarkan pantauan di lokasi, para peserta aksi terlihat mengenakan rompi kuning bertuliskan "Maxim" serta berbagai atribut lainnya. Atribut tersebut menunjukkan bahwa gerakan ini diikuti oleh lintas aplikator di wilayah Tasikmalaya.
 
Ketua Serikat Transportasi Tasikmalaya (STT), Eros Rosid, dalam orasinya menegaskan bahwa tuntutan yang disampaikan merupakan hak normatif yang memiliki landasan aturan hukum kuat di Indonesia. Mereka menuntut keadilan komisi bagi para mitra driver.
 
"Aksi pada hari ini, tuntutan kita jelas dan saya yakin tuntutan kita normatif karena memang ini berhubungan dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 terkait potongan maksimal 8 persen," tegas Eros di lokasi aksi.
 
Ia menambahkan, para pengemudi ojol akan terus melakukan perlawanan apabila di lapangan masih ditemukan praktik yang dinilai bertentangan dengan aturan pemerintah. Hal ini demi melindungi kesejahteraan para pengemudi.
 
Selama ini, potongan komisi yang dikenakan oleh pihak aplikator dinilai sepihak dan jauh melampaui batas wajar. Potongan yang dibebankan kepada para pengemudi di lapangan bahkan dilaporkan bisa mencapai Diduga angka 28 persen.
 
Inti utama dari tuntutan massa adalah mendesak pihak manajemen aplikator agar wajib mematuhi regulasi pemerintah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi atau tanggapan dari pihak manajemen aplikator terkait.
 
(Ari Arya Siloka)
 
CATATAN REDAKSI:
Artikel ini disusun berdasarkan informasi langsung di lapangan. Pihak aplikator diberikan hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya sesuai Pasal 14 Kode Etik Jurnalistik
 
 
 

Pagu Rp2,3 Miliar, Tercatat Laporan Rp795 Juta: Selisih Anggaran Dinsos Kota Banjar Dipertanyakan

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Pelaksanaan kegiatan Belanja Bantuan Sosial (Bansos) Uang kepada Individu Tahun Anggaran 2025 pada Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kota Banjar kini tengah menjadi sorotan publik. Hasil investigasi data publik yang dilakukan oleh redaksi Artha-News.com menemukan adanya jurang pemisah yang signifikan antara pagu anggaran yang direncanakan dengan nilai realisasi yang dilaporkan pada sistem pencatatan Swakelola platform INAPROC. Berdasarkan data perencanaan APBD Kota Banjar Tahun Anggaran 2025, program bantuan sosial bagi individu ini dialokasikan dengan total pagu sebesar Rp2.324.300.000 (Rp2,3 miliar lebih).
 
Temuan Selisih Anggaran Rp1,5 Miliar di Sistem Elektronik
 
Kejanggalan mulai terlihat ketika redaksi menelusuri tingkat realisasi belanja tersebut melalui sistem elektronik INAPROC. Biaya kegiatan yang tercatat secara resmi di dalam sistem hanya menyentuh angka Rp795.100.000 (tujuh ratus sembilan puluh lima juta seratus ribu rupiah). Bila kedua indikator data tersebut dikomparasikan, maka terdapat selisih anggaran sebesar Rp1.529.200.000 (sekitar Rp1,529 miliar) yang status penggunaannya belum terlihat dalam dokumentasi laporan publik. Kondisi ini memicu sejumlah pertanyaan mendasar mengenai tata kelola keuangan di instansi tersebut:
 
Apakah sisa anggaran Rp1,529 miliar tersebut memang tidak terserap atau menjadi sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA)?
 
Apakah dana tersebut sebenarnya sudah disalurkan, namun operator belum memasukkan datanya ke dalam sistem elektronik Aplikasi Monev Lokal (AMEL)?
 
Ataukah terdapat kendala teknis dan perbedaan mekanisme pelaporan pertanggungjawaban antara perencanaan dengan eksekusi di lapangan?
 
Redaksi Artha-News Layangkan Surat Klarifikasi Resmi
 
Guna menegakkan prinsip keberimbangan berita (cover both sides) serta memberikan ruang hak jawab, redaksi Artha-News.com telah melayangkan Surat Klarifikasi Resmi dengan nomor 002/Artha-News/VIII/2026 yang ditujukan langsung kepada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar. Melalui surat tersebut, redaksi meminta penjelasan mendetail mengenai transparansi penyaluran serta bagaimana pertanggungjawabannya agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat. Mengingat bansos individu bersentuhan langsung dengan hak masyarakat miskin, sinkronisasi data elektronik menjadi parameter utama akuntabilitas keuangan daerah. Namun, hingga berita ini diturunkan, pihak DKP3A Kota Banjar belum memberikan jawaban atau konfirmasi resmi terkait surat klarifikasi yang dikirimkan.
 
Catatan Redaksi: Redaksi Artha-News.com tetap membuka ruang seluas-luasnya jika Kepala Dinas atau pejabat berwenang dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Banjar ingin memberikan klarifikasi tertulis guna memperbarui (update) pemberitaan ini sesuai dengan hak jawab yang diatur dalam Undang-Undang Pers.
 
(mat/red)
 
ARTHA-NEWS 
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Dialog Budaya Jawa Barat 2026 di Cimahi: Dorong Penggunaan Aksara Sunda di Ruang Publik

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) berkolaborasi dengan Sekretariat DPRD Jabar menggelar Dialog Budaya Jawa Barat Tahun 2026. Acara yang menunjuk Disbudparpora Kota Cimahi sebagai tuan rumah ini diselenggarakan di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jumat (11/9/2026).
 
Bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional, forum strategis ini mengusung tema "Rumawat Aksara Sunda Dina Raraga Miéling Poé Aksara Sadunya". Langkah ini dirancang sebagai wadah sinergi konkret antara pemerintah dan para pelaku adat demi menjaga eksistensi kebudayaan lokal di era modernisasi.
 
Aksara Sunda Akan Diperluas ke Fasilitas Publik Kota Cimahi
 
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa aspek kebudayaan adalah jati diri daerah yang tidak boleh luntur dan harus diwariskan secara turun-temurun kepada generasi muda.
 
"Rasa cinta pada adat lokal harus dibuktikan lewat tindakan nyata, bukan sekadar seremonial. Budaya Jawa Barat harus kita rawat bersama demi anak-cucu," ujar Ngatiyana.
 
Sebagai aksi nyata, Ngatiyana mendorong agar penerapan Aksara Sunda di Kota Cimahi diperluas. Tulisan tradisional tersebut tidak hanya diletakkan pada papan petunjuk jalan, melainkan juga mulai diimplementasikan pada nama fasilitas umum, gedung instansi, serta bangunan publik lainnya.
 
Pameran Manuskrip Kuno dan Pengukuhan DKKC Periode 2026–2030
 
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparbud Jabar, Iendra Sofyan, mengapresiasi tinggi konsistensi para seniman Cimahi. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Yudistira Purnama Shakyan (Mang Ujang Lalip), yang sukses memamerkan tujuh naskah manuskrip Aksara Sunda karyanya dalam dialog tersebut.
 
Selain pemaparan materi budaya, agenda ini turut menandai pengukuhan pengurus Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) untuk periode 2026–2030. Lembaga ini diproyeksikan menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan arah kebijakan seni dan pelestarian budaya lokal.
 
Acara interaktif ini diikuti oleh sekitar 100 peserta yang terdiri dari akademisi, budayawan, dan komunitas seni. Turut hadir pula Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Yomanius Untung, serta tiga pembicara utama yaitu Siti Muntamah, Drs. Mamat Rachmat, M.Si., dan Yudistira Purnama Shakyan yang membedah penguatan ekosistem budaya berkelanjutan.
 
 (Ari.M)
ARTHA-NEWS 
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Walikota Ngatiyana Pastikan Anggaran PPM 2027 Kota Cimahi Tetap Berjalan

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kota Cimahi menjamin Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tahun Anggaran 2027 akan tetap bergulir. Kepastian mengenai program pembangunan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat berdialog dengan warga dalam kegiatan Pak Wali Kota Ngawangkong Bari Ngaronda (PAWANGRONDA) di wilayah RW 05 Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Rabu (9/9/2026) malam.
 
Langkah ini diambil Pemkot Cimahi demi menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai isu keberlanjutan program di tengah penyesuaian anggaran daerah.
 
Efisiensi Anggaran Internal Demi PPM 2027
 
Meskipun alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) mengalami penurunan, Ngatiyana menegaskan komitmennya untuk tidak mengorbankan program yang menyentuh masyarakat bawah. Sebagai solusinya, pemerintah daerah memilih melakukan penghematan internal.
 
"PPM tetap berjalan melalui efisiensi di pos anggaran lain. Kami memangkas pengeluaran operasional pemerintahan, seperti anggaran makan-minum (mamin) serta alat tulis kantor (ATK)," ungkap Ngatiyana di hadapan ratusan warga Kelurahan Utama.
 
Ia juga meminta warga memaklumi apabila pembangunan fasilitas lingkungan belum sepenuhnya merata. Saat ini, fokus utama dialokasikan untuk hak dasar publik:
 
- Sektor Kesehatan: Rampungnya Puskesmas Melong Tengah dan Unit Pengelola Darah RSUD Cibabat.
- Sektor Pendidikan: Kelanjutan proyek SMPN 14 serta rencana pembangunan SMPN 15 pada tahun depan.
 
Solusi PJU dan Perbaikan Infrastruktur Jalan Nasional
 
Dalam rembug warga tersebut, masyarakat RW 05 turut mengeluhkan masalah fasilitas publik mulai dari drainase, Penerangan Jalan Umum (PJU), hingga perbaikan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di depan RSUD Cibabat.
 
Merespons hal itu, Wali Kota memastikan pengadaan PJU akan segera direalisasikan melalui pos Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Sementara untuk perbaikan JPO dan saluran drainase besar di Jalan Jenderal Amir Machmud, Pemkot Cimahi akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengingat area tersebut berstatus jalan nasional. Langkah cepat ini mendesak dilakukan guna mengantisipasi ancaman banjir.
 
Antisipasi Siswa Putus Sekolah Akibat Zonasi
 
Terkait polemik sistem zonasi sekolah, Pemkot Cimahi menegaskan aturan mutlak mengikuti regulasi Kemendikdasmen. Ngatiyana tidak menampik bahwa daya tampung SMP negeri di Cimahi saat ini baru menyerap sekitar 5.000 dari 7.000 lulusan SD.
 
Namun, ia menjamin tidak boleh ada anak di Cimahi yang putus sekolah. Pemkot telah menyiapkan skema bantuan bagi siswa kurang mampu yang terpaksa harus mendaftar ke sekolah swasta.
 
Agenda serap aspirasi malam hari ini turut didampingi oleh jajaran Forkopimda, termasuk Sekda Maria Fitriana, Ketua DPRD Wahyu Widiatmoko, Kapolres Cimahi AKBP Moch. Faruk Rozi, Kajari Neneng Rahmadini, dan Danramil Cimahi Tengah Mayor (Arh) Asep Komarudin.

(Ari.M)
ARTHA-NEWS
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

SDN 1 Sawati Gelar Sholat Dhuha Berjamaah di Halaman Sekolah

SAWATI, ARTHA-NEWS.COM — SDN 1 Sawati secara konsisten dan rutin melaksanakan kegiatan sholat dhuha berjamaah di halaman sekolah sebagai bagian dari pembiasaan nilai-nilai keagamaan sejak awal hari. Kegiatan yang diikuti secara penuh oleh seluruh tenaga pendidik dan peserta didik ini dilaksanakan tepat sebelum memulai kegiatan belajar mengajar, berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB setiap harinya, dan telah menjadi tradisi yang membudaya di lingkungan sekolah tersebut.
 
Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembacaan bersama surat-surat pendek dari Juz 30 yang dipimpin oleh guru agama, dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat dhuha berjamaah minimal dua rakaat. Setelah selesai sholat, seluruh siswa dan guru melantunkan dzikir dan doa bersama dengan khidmat, memohon keberkahan, kemudahan, serta kesuksesan dalam proses belajar mengajar yang akan berlangsung sepanjang hari di sekolah.
 
Kepala SDN 1 Sawati, Hj. Aam Rohamah, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan pembiasaan sekolah yang diberi nama "SHODU BERKAH" — akronim dari Sholat Dhuha Berjamaah di Sekolah. Program ini dirancang bukan sekadar sebagai rutinitas ibadah, melainkan sebagai fondasi spiritual untuk membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sejak dini.
 
“Dengan melaksanakan sholat dhuha berjamaah di halaman sekolah, kami ingin membiasakan anak-anak untuk memiliki kedisiplinan tinggi, menjaga nilai-nilai religius, bertanggung jawab, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berintegritas. Semoga dengan mengawali hari dengan ibadah, siswa semakin semangat, tenang, dan fokus dalam menyerap ilmu pengetahuan yang diberikan oleh para guru,” ujar Hj. Aam Rohamah dalam keterangannya kepada Artha-News.
 
Pihak sekolah berharap pembiasaan ini dapat terus dijalankan secara istiqomah dan berkelanjutan. Selain menumbuhkan kedekatan siswa dengan ajaran agama, kegiatan ini juga mempererat hubungan silaturahmi antar siswa serta antara siswa dengan guru. Dengan demikian, diharapkan kelak terlahir generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, taat beragama, dan mampu membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa di masa depan.
 
(Yana Artha-News)

-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat-