Artha-News I Samosir Dunia perbankan kembali tercoreng dengan ulah seorang karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Samosir,Cabang Balige,Inisial J,yang diduga melakukan intimidasi terhadap nasabah sekaligus melontarkan penghinaan kepada wartawan di ruang publik,Kamis (28/8/25).
Insiden bermula di Jalan Raya Simanindo,Desa Sianting-anting, Kecamatan Pangururan,saat wartawan mendapati keributan antara seorang nasabah dan pihak BRI terkait urusan penagihan.
Bukannya bersikap sesuai standar pelayanan bank milik negara,insial
( J ) ini justru menunjukkan arogansi di hadapan masyarakat.
Menurut keterangan saksi, J berusaha merebut alat perekam wartawan yang tengah meliput.
Tak hanya itu,ia juga mengeluarkan kata-kata kasar yang melecehkan profesi pers.
“Ini tak ada urusanmu. Mau kau wartawan RCTI , ANTV dari mana pun, aku tak takut. Apa kau wartawan t**k kau,mau kau share ke Facebook pun tak takut aku!” teriaknya dengan nada menantang.
Selain merendahkan martabat jurnalis, inisial J juga mempermalukan nasabah dengan menyebut nama lengkap dan memaksanya agar segera melunasi utang di depan umum.
“Bayar utangmu! Kau, S....., bayar utangmu!” ucapnya lantang, disaksikan warga sekitar.
Citra BRI Dipertaruhkan
Perilaku ini dinilai bertolak belakang dengan prinsip pelayanan BRI yang seharusnya mengedepankan profesionalisme,etika,dan perlindungan hak nasabah.
Intimidasi terhadap masyarakat, terlebih penghinaan kepada insan pers, dinilai sebagai pelanggaran serius yang merusak citra BRI di mata publik.
Wartawan yang merasa dihina menyebut bahwa tindakan tersebut tidak hanya melukai pribadi,tetapi juga merupakan bentuk pelecehan terhadap kebebasan pers yang dijamin undang-undang.
Desakan Agar Ada Sanksi Tegas
Masyarakat dan sejumlah pemerhati media meminta manajemen BRI agar segera mengambil sikap tegas.
Publik menilai tindakan inisial J tidak boleh ditoleransi dan perlu diproses hukum.
Jika tidak ada langkah nyata, dikhawatirkan hal serupa bisa terulang dan meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap BRI sebagai bank BUMN terbesar di Indonesia.
(NR.Sitohang)
Komentar
Posting Komentar