Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Koperasi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri Koperasi. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan

Besok DPRD Tasikmalaya Gelar RDPU Bahas Dugaan Pelanggaran Koperasi

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS.COM — DPRD Kota Tasikmalaya resmi mengundang Komite Pemerhati Koperasi (KPK) Indonesia untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang dijadwalkan pada Senin, 14 September 2026, pukul 13.00 WIB. Rapat penting tersebut akan digelar secara tatap muka di Ruang Rapat Badan Anggaran DPRD Kota Tasikmalaya.
 
Surat undangan resmi bernomor 400.14.6.6/62/DPRD tertanggal 10 September 2026 ini ditandatangani langsung oleh Sekretaris DPRD Kota Tasikmalaya, H. Aswin, S.H., M.Si. Langkah responsif dari pihak legislatif tersebut langsung mendapat apresiasi positif dari berbagai elemen masyarakat setempat.
 
Agenda RDPU: Dugaan Pelanggaran Koperasi Simpan Pinjam
 
Agenda utama rapat ini adalah membahas dugaan ketidaksesuaian legalitas izin usaha, keanggotaan, dan kegiatan pembiayaan kepada masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Simpan Pinjam di wilayah Kota Tasikmalaya. Kasus ini mencuat setelah adanya laporan warga terkait praktik operasional di lapangan.
 
Langkah kedewanan ini merupakan tindak lanjut konkret dari surat permohonan audiensi resmi yang diajukan oleh Komite Pemerhati Koperasi Indonesia pada 12 Agustus 2026 lalu. Pihak legislatif mengundang jajaran komite untuk hadir memberikan pemaparan serta menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat dalam rapat kerja tersebut.
 
Sejarah Tasikmalaya sebagai Kota Koperasi Nasional
 
Perlu diketahui bahwa secara resmi dan nasional, pergerakan koperasi Indonesia dikukuhkan di Kota Tasikmalaya. Pada 12 Juli 1947, Kongres Koperasi Pertama di Indonesia digelar di kota ini. Kongres bersejarah tersebut menghasilkan keputusan penting, di antaranya mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI) dan menetapkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional. Itulah mengapa Tasikmalaya hingga kini dijuluki sebagai Kota Koperasi.
 
AJGT dan Lembaga Kemasyarakatan Turut Hadir
 
Komite Pemerhati Koperasi Indonesia bersama beberapa elemen lembaga kemasyarakatan dipastikan akan turut hadir mengawal jalannya audiensi. Salah satunya adalah dari Aliansi Jurnalis Galunggung (AJGT), serta sejumlah aktivis lokal yang bernaung dalam lembaga swadaya mereka masing-masing.
 
Ketua Umum Aliansi Jurnalis Galunggung, Ary Arya Siloka, menyampaikan hal ini sangat krusial dilaksanakan mengingat sejarah panjang Kota Tasikmalaya yang merupakan tonggak sejarah berdirinya koperasi di Indonesia.
 
"Jadi tentunya kita wajib secara bersama-sama turut menjaga agar semua pengurus maupun pengelola koperasi berjalan sesuai asas koperasi itu sendiri, tercantum dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga. Kita juga harus menjaga harmonisasi antara pengelola dengan pekerja, begitupula dengan anggota. Jangan sampai hak-hak petugas/karyawan diabaikan. Jika ada yang lari dari aturan tersebut atau tidak sesuai dengan prinsip koperasi, maka harus dievaluasi," tegas Ary secara tertulis.
 
RDPU ini menjadi pintu awal perjuangan, dan langkah taktis ke depannya akan terus dipantau secara berkesinambungan demi perbaikan iklim koperasi menuju tujuan yang sebenarnya, sesuai dengan maksud mulia para pendiri awal terdahulu.
 
(Artha-News)
-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-akurat- 

Koperasi FANANTARA Dukung Agrinas Tata Ulang Lahan Sawit Negara

JAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Langkah berani PT Agrinas Palma Nusantara menyetop pola Kerja Sama Operasional (KSO) lama memicu respons positif. Kebijakan mengalihkan pengelolaan lahan kebun sawit sitaan negara lewat kemitraan koperasi dipandang sebagai babak baru tata kelola aset yang lebih bersih.
 
Apresiasi tersebut datang langsung dari Ketua Umum Koperasi FANANTARA, H.M. Hasy’ari Nasution. Melalui pesan tertulis kepada kontributor Artha-News pada Sabtu (12/9/2026), ia menegaskan bahwa langkah korporasi ini krusial demi menjaga kekayaan negara dari penguasaan oknum tidak bertanggung jawab.
 
"Prioritas utama saat ini adalah memastikan aset negara tetap produktif, terjaga, serta mampu mengalirkan manfaat ekonomi riil untuk masyarakat luas," terang Hasy’ari.
 
Urgensi Akuntabilitas dan Target Produksi
 
Evaluasi KSO oleh Direktur Operasional PT Agrinas Palma Nusantara, Tuhu Bangun, dinilai sudah tepat. Pemutusan kontrak kemitraan lama dilakukan lantaran kerja sama sebelumnya dinilai mandek tanpa target produksi yang jelas.
 
Bagi FANANTARA, pemanfaatan lahan milik negara wajib dibarengi komitmen tinggi. Kewajiban merawat tanaman, mengamankan area perkebunan, hingga transparansi laporan periodik merupakan poin mutlak yang harus dipenuhi mitra.
 
Hasy’ari menyayangkan jika ada aset negara yang hanya menguntungkan kelompok tertentu sementara kondisi fisik perkebunan justru telantar. Oleh sebab itu, penerapan indikator kinerja berbasis target dinilai efektif mendongkrak akuntabilitas operasional di lapangan.
 
Kejelasan Teknis Lewat Skema Vendorisasi
 
Selain penataan internal, FANANTARA mendukung penuh penerapan sistem vendorisasi untuk menangani pos pekerjaan teknis perkebunan. Ruang lingkup kerja ini mencakup perawatan kelapa sawit, pemanenan, pembersihan area, hingga proses mobilisasi Tandan Buah Segar (TBS).
 
Menurut Hasy’ari, pemisahan tugas berbasis vendor profesional membuat beban kerja menjadi lebih terukur. Evaluasi performa mitra kerja pun bisa berjalan objektif sesuai standar operasi yang dipatok oleh pihak Agrinas.
 
Dorong Kemitraan Strategis Koperasi Unit Desa
 
Di sisi lain, Hasy’ari menggarisbawahi bahwa poin paling fundamental dari transformasi kebijakan ini adalah karpet merah bagi koperasi masyarakat lokal dan kelompok tani. Ia menyerukan kepada para petani daerah agar menangkap peluang kemitraan langsung yang disediakan oleh Agrinas.
 
Masyarakat diimbau tidak lagi bergantung pada korporasi swasta yang memiliki catatan buruk atau rekam jejak bermasalah hukum dalam mengelola lahan sitaan. Keterlibatan aktif koperasi lokal diproyeksikan mampu menghidupkan roda ekonomi daerah secara mandiri.
 
"Petani lokal tidak boleh sekadar jadi penonton. Kelompok tani wajib diberi porsi besar untuk ikut menggerakkan ekonomi perkebunan nasional," tambahnya.
 
Amankan Aset Negara Lewat Pengelolaan Sementara
 
Selama masa transisi dan penataan berjalan, pemanfaatan skema pengelolaan lahan sementara dinilai menjadi solusi taktis yang jitu. Langkah ini penting agar area perkebunan sawit tidak telantar atau memicu aksi penjarahan TBS oleh pihak luar.
 
Menutup keterangannya, Hasy’ari menyatakan komitmen penuh FANANTARA dengan jargon SAVE PETANI, KELOMPOK TANI, KOPERASI & PENGUSAHA MANDIRI INDONESIA. Sinergi kolektif antara Agrinas dan elemen ekonomi kerakyatan diharapkan mampu memperkokoh kedaulatan pangan dan ketahanan ekonomi nasional.
 

(HM)
Artha-news
--Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat-
 

Lantik 18 Pejabat Baru, Pj Wali Kota Cimahi Tegaskan Bebas Jual Beli Jabatan

CIMAHI, ARTHA-NEWS.COM — Pemerintah Kota Cimahi resmi melantik 18 pejabat di lingkungan Pemkot Cimahi pada Jumat, 4 September 2026. Agenda yang berlangsung di Aula Gedung A Pemkot Cimahi ini mencakup pelantikan satu Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 17 Pejabat Fungsional sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola birokrasi.
 
Satu-satunya pejabat tinggi pratama yang dilantik adalah Rully Sulfanorida, S.T., M.M., yang dipercaya menduduki jabatan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi.
 
Proses pengisian jabatan tersebut melalui seleksi terbuka yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 27 Juli 2026 dan telah mendapat persetujuan serta rekomendasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sementara 17 pejabat lainnya ditempatkan dalam berbagai posisi fungsional di perangkat daerah lingkungan Pemkot Cimahi.
 
Rotasi Cegah Kejenuhan dan Dorong Inovasi ASN Cimahi
 
Dalam arahannya, pimpinan Pemkot Cimahi menyatakan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi merupakan dinamika organisasi yang wajar dan diperlukan guna menjaga produktivitas serta menghadirkan perspektif baru dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.
 
"Tujuannya bukan untuk bagi-bagi jabatan, melainkan agar tidak terjadi kejenuhan, serta proses perimbangan dan pengambilan kebijakan dapat dilakukan melalui sudut pandang terbaru," ujarnya.
 
Para pejabat baru yang telah diambil sumpah jabatan diminta untuk terus menjaga integritas, bekerja jujur, profesional, dan selalu berpegang teguh pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. Khusus bagi pejabat fungsional, pemerintah mendorong agar mereka terus mengembangkan kompetensi dan memanfaatkan keahliannya secara optimal di lapangan.
 
Tantangan Strategis untuk Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi yang Baru
 
Perhatian khusus diberikan kepada Kepala Disdagkoperin yang baru dilantik. Dinas tersebut dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan sektor perdagangan, koperasi, dan UMKM, serta didukung oleh tiga UPTD krusial, yaitu Technopark, Pasar, dan Metrologi Legal.
 
Di tengah kondisi fiskal daerah yang dinamis, pejabat baru dituntut untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, melahirkan berbagai inovasi program, serta membangun kolaborasi lintas sektor demi penguatan perekonomian masyarakat Kota Cimahi.
 
Pemerintah Kota Cimahi juga menegaskan bahwa seluruh proses pengangkatan ini dilakukan melalui sistem merit dan prosedur penilaian yang ketat. Pihaknya menepis isu adanya praktik jual beli jabatan dan menegaskan bahwa posisi ini murni hasil penilaian kinerja yang objektif.
 
"Jaga selalu sikap dan tindakan. Pikirkan setiap konsekuensi, karena sekecil apa pun tindakan kita akan memengaruhi citra masyarakat terhadap ASN. Ingat, melayani masyarakat bukan sekadar tugas, melainkan prioritas utama," tegasnya menutup arahan.


(Ari M)
Artha-news-Analisis-Referensi-Tajam-Handal-Akurat- 

Proyek Koperasi Merah Putih Diduga Bermasalah, Pemborong Tasikmalaya Telan Kerugian Besar

TASIKMALAYA, Artha‑News.com — Pelaksanaan serangkaian proyek pembangunan fisik Koperasi Merah Putih (KMP) yang tersebar di empat lokasi strategis di wilayah Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya kini diduga mengalami kendala serius dan memicu perselisihan hukum yang mendalam. Pelaksana utama pekerjaan yang berinisial AS mengaku menderita kerugian finansial yang sangat besar, berawal dari dugaan kuat adanya pengubahan substansi perjanjian kerja serta pemotongan anggaran pembayaran yang dilakukan secara sepihak tanpa alasan hukum yang jelas dan dapat diterima.
 
Perlakuan yang sangat merugikan posisi pelaksana ini ditengarai berawal dari pihak pemberi kerja berinisial AM, yang dalam seluruh proses komunikasi awal dijembatani oleh seorang perantara yang berinisial ACG sejak jalur kerja sama tersebut dibuka.
 
Berdasarkan catatan dokumen lengkap dan data yang dihimpun secara ketat oleh redaksi, kerja sama ini bermula pada Februari 2026 di Desa Parentas dengan pagu anggaran sebesar Rp670 Juta. Perkembangan kemudian beralih ke Desa Sukamaju Kaler senilai Rp660 Juta dengan beban tambahan yang cukup berat. Secara khusus, AS diarahkan mengambil material dari toko tertentu yaitu TB Baja Bangunan, lalu diperluas ke Sukamaju Kidul (Rp660 Juta) serta Desa Cibalanarik dengan anggaran mencapai Rp730 Juta.
 
Kendala utama muncul saat pembayaran termin 10% per tahap tidak berjalan lancar. Puncaknya pada 18 April 2026, proyek Sukamaju Kidul yang seharusnya mencairkan Rp200 Juta hanya disalurkan Rp136 Juta. Hal serupa terjadi di Parentas: dana Rp100 Juta diduga dialihkan ke pihak ketiga tanpa izin tertulis. Akibatnya, arus kas terganggu tajam sehingga pemborong terpaksa menjual sebagian persediaan material demi menjamin pembayaran upah tenaga kerja tetap berjalan.
 
Hingga saat ini, seluruh pihak terkait belum memberikan keterangan resmi. Redaksi memberikan ruang hak jawab seluas‑luasnya.
 
(Arya Siloka)
Artha‑News — Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat

Ketum AJGT Ingatkan Pemkot Tasikmalaya: Jangan Lupa Sejarah Kongres Pertama Koperasi

TASIKMALAYA, ARTHA‑NEWS — Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para pelaku usaha kerakyatan, untuk tidak melupakan identitas historis daerah. Kota Tasikmalaya memegang peranan krusial sebagai tempat diselenggarakannya Kongres Koperasi Pertama di Indonesia pada tanggal 11–14 Juli 1947 silam.
 
Dari momentum bersejarah di Bumi Resik inilah cikal bakal pergerakan ekonomi gotong royong nasional resmi lahir dan kemudian diperingati secara nasional sebagai Hari Koperasi setiap tanggal 12 Juli.
 
“Satu poin sejarah penting yang harus terus kita gaungkan ke generasi muda adalah bahwa Tasikmalaya merupakan rumah sekaligus rahim lahirnya sistem koperasi di Indonesia,” tegas perwakilan lembaga pemerhati sejarah daerah setempat.
 
Tantangan Transparansi di Tengah Pertumbuhan 800 Koperasi
 
Di sisi lain, catatan dinas terkait menunjukkan perkembangan roda perkoperasian di Kota Tasikmalaya saat ini tumbuh cukup masif. Tercatat ada hampir 800 unit koperasi yang terdaftar dan beroperasi di berbagai sektor usaha wilayah administratif Kota Tasikmalaya.
 
Namun, pertumbuhan kuantitas yang pesat ini memicu tantangan besar mengenai ketertiban tata kelola administrasi dan pemenuhan kewajiban hukum kelembagaan. Pemkot Tasikmalaya mengingatkan agar asas kemitraan bersama ini tidak disalahgunakan oleh segelintir oknum.
 
Filosofi dasar koperasi yang bertumpu pada asas kekeluargaan dan gotong royong ditekankan jangan sampai hanya dijadikan sebagai kedok atau sampul legalitas hukum semata untuk memuluskan kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
 
Tiga Hak dan Kewajiban Utama Koperasi Daerah
 
Sebagai pilar ekonomi utama, lembaga koperasi memiliki tanggung jawab struktural yang wajib dipenuhi secara seimbang, antara lain:
 
- Kontribusi Pendapatan Daerah: Berperan aktif meningkatkan serapan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kontribusi unit bisnis yang legal dan produktif.
- Kesejahteraan Internal: Menjamin dan memprioritaskan aspek pemenuhan kesejahteraan bagi para pengurus, anggota aktif, serta karyawan.
- Kesehatan Tata Kelola: Menciptakan iklim usaha koperasi yang sehat, transparan, serta berlandaskan manajemen yang akuntabel.
 
Sebagai bentuk penghormatan fisik terhadap peristiwa 1947, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan perawatan Tugu Koperasi Indonesia yang berdiri kokoh di pusat Kota Tasikmalaya sebagai monumen pengingat bagi arah kebangkitan ekonomi rakyat.
 
(Reporter: Ari Arya Siloka)
Artha‑News: Analisis – Referensi – Tajam – Handal – Akurat

Pers Harus Jalankan Fungsi Kontrol Sosial, Jangan Jadi Panggung Propaganda dan Provokasi

Jakarta — Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) menyampaikan seruan terbuka kepada seluruh wartawan dan pengelola media massa nasional untuk bersikap kritis, objektif, dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi kontrol sosial sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers di tengah maraknya narasi provokatif yang berpotensi memecah belah bangsa.
 
Seruan tersebut disampaikan menyikapi dinamika politik dan sosial yang berkembang saat ini, termasuk munculnya berbagai narasi negatif dan kebencian yang diarahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
 
Ketua Umum SPRI, Heintje Grontson Mandagi, menegaskan bahwa insan pers tidak boleh membiarkan ruang publik didominasi oleh kelompok oposisi ekstrem dan oligarki hitam yang sengaja membangun narasi kebencian terhadap pemerintah yang sah dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat.
 
Menurutnya saat ini terdapat gerakan dari kelompok oposisi kritis dan kelompok yang disebut sebagai oligarki hitam yang semakin gencar membangun narasi negatif terhadap pemerintah. Gerakan tersebut, menurutnya, ditandai antara lain dengan munculnya narasi mengenai pembentukan “pemerintahan bayangan”, keributan di sejumlah daerah, hingga persoalan kesengajaan pembakaran hutan dan lahan.
 
“Sejauh pengamatan saya, gerakan ini bukan lagi semata-mata bentuk penyampaian pendapat dalam koridor demokrasi, tetapi sudah mengarah pada upaya pengerahan massa untuk menciptakan kerusuhan melalui narasi yang membangun kebencian masyarakat terhadap pemerintah dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat,” ujar Ketua Umum SPRI Heintje Grontson Mandagie dalam keterangan tertulis Rabu (26/8/2026) di Jakarta.
 
Ia menilai, skenario tersebut terlihat dari berbagai rangkaian peristiwa, mulai dari pengemasan konten demonstrasi pada Agustus tahun lalu dengan narasi seolah-olah tidak diberitakan media, penggerakan massa dari daerah ke Jakarta, hingga pengerahan mahasiswa dalam aksi yang membawa tuntutan penurunan harga BBM nonsubsidi Pertamax, penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, bahkan tuntutan untuk menurunkan Presiden Prabowo.
 
“Yang paling buruk adalah jika seluruh rangkaian itu memang sengaja diarahkan untuk menciptakan kekacauan agar pemerintahan jatuh. Kalau benar demikian, ini bukan lagi persoalan kritik terhadap kebijakan pemerintah, tetapi sudah menyangkut kepentingan stabilitas dan masa depan bangsa,” katanya.
 
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pers tetap harus bekerja berdasarkan fakta dan tidak boleh menjadi alat propaganda pemerintah maupun kelompok oposisi. “Pers tidak boleh netral terhadap kebohongan. Pers tidak boleh netral terhadap korupsi. Pers tidak boleh netral terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pers juga tidak boleh netral ketika kepentingan rakyat dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
 
Pers Jangan Hanya Memberitakan Kemarahan
 
Ketua Umum SPRI mengingatkan bahwa di tengah pertarungan berbagai narasi politik, pers harus melihat fakta lain yang sedang berlangsung, yakni berbagai program pemerintah yang secara langsung menyentuh kehidupan masyarakat.
 
Pers nasional diminta untuk tidak mengambil posisi "netral yang pasif" saat hak-hak ratusan juta rakyat terancam oleh kelompok kecil perusak kedamaian. Media diimbau untuk berani menyajikan secara seimbang berita-berita edukatif dan berimbang mengenai fakta pencapaian pembangunan di seluruh daerah.
 
Menurutnya, pemerintah saat ini sedang berupaya menyelesaikan berbagai persoalan mendasar yang selama puluhan tahun dihadapi masyarakat.
 
Jutaan petani selama ini menghadapi persoalan harga gabah, kesulitan pupuk, ketergantungan kepada tengkulak, keterbatasan akses pasar, hingga praktik rentenir. Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berupaya membangun rantai pasok yang lebih kuat, memperluas akses terhadap kebutuhan produksi, memudahkan pemasaran hasil pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.
 
Dalam konteks tersebut, ia menyoroti klaim bahwa sekitar 14 juta petani akan memperoleh manfaat dari ekosistem koperasi tersebut. “Kita harus melihat kebijakan ini secara objektif. Kalau ada kekurangan, pers harus mengkritiknya. Kalau ada penyimpangan, pers harus membongkarnya. Tetapi kalau ada manfaat yang benar-benar dirasakan petani, pers juga harus berani memberitakannya,” tegasnya.
 
Selain sektor pertanian, pemerintah juga menjalankan berbagai program strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), misalnya, ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat penerima manfaat, termasuk peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok masyarakat miskin lainnya.
 
“Bagaimana nasib anak-anak dari keluarga miskin dan ibu hamil jika program yang memberikan manfaat kepada mereka dihentikan? Tuntutan untuk menghentikan sebuah program pemerintah tentu boleh diberitakan, tetapi pers juga harus memberitakan dampaknya kepada masyarakat,” ujarnya.
 
Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan Harus Diberitakan
 
Ia juga meminta media massa memberikan perhatian terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketahanan pangan. Di tengah tekanan ekonomi dan krisis energi maupun pangan global, pemerintah berupaya menjaga agar harga BBM dan listrik tidak membebani masyarakat.
 
Indonesia juga terus memperkuat ketahanan pangan dan produksi komoditas strategis. “Kalau harga BBM tidak naik, beritakan. Kalau tarif listrik tetap terjaga, beritakan. Kalau petani mendapatkan pupuk, beritakan. Kalau produksi pangan meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat, beritakan,” katanya.
 
Menurutnya, pemberitaan positif bukan berarti media menjadi pendukung pemerintah. “Memberitakan keberhasilan pemerintah bukan berarti menjadi corong pemerintah. Sebaliknya, mengkritik pemerintah juga bukan berarti menjadi corong oposisi. Pers harus memberitakan fakta secara utuh,” tegasnya.
 
Pendidikan dan Akses bagi Masyarakat Kurang Mampu
 
Di bidang pendidikan, pemerintah juga menjalankan program Sekolah Rakyat dan KIP Kuliah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Ketua Umum SPRI menilai program tersebut juga harus mendapat ruang pemberitaan yang proporsional. “Ketika ada anak-anak dari keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan bersekolah dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan beasiswa, itu adalah fakta yang harus diketahui masyarakat,” katanya.
 
Ia meminta seluruh wartawan tidak hanya mengejar pemberitaan yang memicu kemarahan, tetapi juga mengangkat dampak nyata pembangunan yang dirasakan masyarakat di berbagai daerah.
 
Penyelamatan Kekayaan Negara Harus Diawasi Pers
 
Hal lain yang menjadi perhatian adalah langkah pemerintah dalam menertibkan penguasaan sumber daya alam secara ilegal. Penyitaan atau pengambilalihan lahan sawit ilegal serta penertiban tambang ilegal, menurutnya, harus dikawal pers secara serius.
 
“Kalau ada kekayaan negara yang selama bertahun-tahun dikuasai secara ilegal, pers harus mengawasinya. Berapa kerugian negara? Siapa yang menikmati? Siapa yang bertanggung jawab? Ke mana aliran uangnya? Semua itu harus dibongkar,” ujarnya.
 
Ia menegaskan, pers tidak boleh hanya memberitakan penindakan pemerintah, tetapi juga harus mengawal agar aset yang berhasil diselamatkan benar-benar kembali memberikan manfaat bagi rakyat.
 
Reformasi Total BUMN
 
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, langkah berani diambil untuk menertibkan tata kelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang selama ini dinilai tidak efisien dan rentan menjadi beban anggaran negara. Melalui evaluasi menyeluruh, pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap lebih dari 1000 anak dan cucu perusahaan BUMN yang tidak produktif dan beroperasi tanpa pertanggungjawaban yang jelas bagi kepentingan rakyat.
 
Langkah pemangkasan dan perampingan struktur korporasi plat merah ini berhasil menyelamatkan anggaran negara hingga Rp50 triliun lebih, dan ditargetkan menembus penghematan Rp70 triliun pada akhir tahun 2026.
 
Anggaran jumbo yang selama ini habis untuk biaya operasional seperti fasilitas dan gaji direksi/komisaris, sewa gedung, armada mobil dinas, hingga perjalanan luar daerah, kini dipotong dan dikembalikan fungsinya untuk mendanai kebutuhan mendasar rakyat, mulai dari renovasi ribuan sekolah rusak, perbaikan fasilitas puskesmas daerah, hingga pemberian subsidi pupuk dan pangan bagi masyarakat kecil.
 
Kebijakan Ekspor Satu Pintu BUMN
 
Penerapan kebijakan ekspor satu pintu melalui BUMN menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperketat pengawasan ekspor komoditas strategis seperti batu bara, CPO, dan ferro alloy.
 
Sistem ini ditujukan untuk menutup celah penyelundupan, manipulasi kuantitas dan harga (under-invoicing), serta memastikan seluruh komoditas yang keluar dari Indonesia tercatat secara transparan. Dalam sekitar satu bulan, PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) dilaporkan telah mengelola devisa sekitar US$12 miliar atau setara Rp216 triliun, menunjukkan mulai berjalannya mekanisme pengelolaan ekspor melalui satu pintu.
 
Pers Tidak Boleh Menjadi Pemicu Kerusuhan
 
Ketua Umum SPRI juga mengingatkan media massa agar belajar dari pengalaman aksi demonstrasi besar pada Agustus tahun lalu. Ia menyoroti pemberitaan mengenai anggota DPR yang berjoget mengikuti musik yang dimainkan mahasiswa Unhan setelah rapat. Menurutnya, peristiwa tersebut dieksploitasi dan diberitakan selama berminggu-minggu, lalu disandingkan dengan aksi demonstrasi di luar Gedung DPR.
 
“Pemberitaan tersebut kemudian membentuk persepsi seolah-olah anggota DPR sedang bersuka ria sementara rakyat sedang menderita dan berdemo di luar gedung DPR. Narasi seperti ini harus menjadi pelajaran bagi pers agar tidak menghilangkan konteks sebuah peristiwa,” katanya.
 
Ia mengingatkan bahwa pemberitaan yang tidak utuh berpotensi memperbesar kemarahan publik. “Jangan sampai peristiwa seperti itu terulang kembali. Pers harus menjadi penjernih suasana, bukan menjadi bahan bakar konflik,” tegasnya.
 
Pers Tidak Boleh Netral terhadap Kebohongan
 
Ketua Umum SPRI juga menegaskan bahwa kebebasan pers dan kebebasan berpendapat merupakan bagian penting dalam demokrasi. Namun, kebebasan tersebut harus disertai tanggung jawab. “Pers tidak boleh menjadi alat pemerintah. Tetapi pers juga tidak boleh menjadi alat oposisi. Pers harus berdiri di atas fakta dan kepentingan publik,” katanya.
 
Menurutnya, pers tidak harus bersikap “netral” terhadap informasi yang terbukti bohong, manipulatif, provokatif, atau mengandung ujaran kebencian. “Pers tidak boleh netral terhadap kebohongan. Pers tidak boleh netral terhadap korupsi. Pers tidak boleh netral terhadap penyalahgunaan kekuasaan. Pers juga tidak boleh netral ketika kepentingan rakyat dikorbankan oleh kepentingan kelompok tertentu,” ujarnya.
 
Namun ia kembali menegaskan bahwa setiap tuduhan terhadap kelompok politik, mahasiswa, LSM, influencer maupun pihak lainnya harus dibuktikan secara jurnalistik.
 
Seruan kepada Seluruh Wartawan Indonesia
 
Menutup seruannya, Ketua Umum SPRI meminta seluruh wartawan Indonesia memperkuat fungsi kontrol sosial dengan tetap menjunjung tinggi independensi dan profesionalisme jurnalistik. “Jangan menjadi alat kekuasaan. Jangan menjadi alat oposisi. Jangan menjadi alat oligarki. Jangan menjadi alat kelompok kepentingan mana pun,” tegasnya.
 
Menurutnya, pers harus berpihak kepada kebenaran dan kepentingan publik. “Jika pemerintah salah, kritik. Jika ada korupsi, bongkar. Jika ada penyimpangan, ungkap. Tetapi jika pemerintah berhasil menjalankan program yang memberikan manfaat kepada rakyat, jangan takut memberitakannya,” katanya.
 
Ia juga mengajak media massa untuk lebih banyak mengangkat berbagai perkembangan pembangunan di daerah, mulai dari stabilitas harga BBM dan listrik, ketersediaan pupuk bagi petani, ketahanan pangan, akses pendidikan, program MBG, pembangunan koperasi, hingga pembangunan kampung nelayan.
 
“Rakyat berhak mengetahui bukan hanya apa yang salah dari pemerintah, tetapi juga apa yang benar dan apa yang berhasil dilakukan pemerintah,” ujarnya. Karena itu, SPRI menyerukan agar pers Indonesia menjadi kekuatan yang menjaga demokrasi sekaligus menjaga ketenangan masyarakat.
 
“Mari jadikan pers sebagai alat kontrol sosial yang berpihak pada kebenaran objektif dan kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia. Pers harus menjadi pengawas kekuasaan, bukan alat perebutan kekuasaan; menjadi penjernih suasana, bukan penyulut kerusuhan.”
 
Ketua Umum
Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI)
Heintje Grontson Mandagi

Koperasi Parna Jaya Sejahtera Minta Perlindungan Hukum: Izin Sah dari KLHK, Tapi Masih Diteror di Lapangan


SAMOSIR — Ketegangan antara Koperasi Parna Jaya Sejahtera dengan sekelompok warga di Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, kian memanas. Padahal koperasi ini memegang izin resmi pengelolaan hutan sosial dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), namun para pengurus dan anggotanya mengaku terus menghadapi tekanan berupa intimidasi, pencurian barang, hingga gangguan yang menghambat aktivitas di lapangan.

Situasi tersebut mencuat setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak koperasi, DPRD Samosir, dan instansi terkait pada 2 Oktober 2025, yang awalnya diharapkan menjadi solusi justru berujung pada meningkatnya tekanan terhadap pengelola koperasi.

Izin Resmi, Tapi Tak Dihormati

Sekretaris Koperasi,Jumanti Sidabutar, menegaskan bahwa pihaknya bekerja berdasarkan izin sah yang diterbitkan KLHK pada tahun 2024, namun justru mendapat perlawanan dari sekelompok masyarakat yang menolak kehadiran mereka di wilayah kerja.

> “Kami memiliki dasar hukum yang jelas, izin dari Kementerian LHK.Tapi di lapangan kami malah diintimidasi dan kehilangan barang.Kami bekerja sesuai mandat pemerintah,bukan menyerobot tanah rakyat,” ujar Jumanti di Pangururan,Minggu (26/10) malam.

RDP Tak Redakan Konflik,Malah Picu Aksi Lapangan

Alih-alih meredakan konflik,RDP awal Oktober justru diikuti rentetan insiden.Pada 15 Oktober 2025,dua anggota koperasi kehilangan dua unit telepon genggam,power bank, dompet berisi Rp1,5 juta,dan perlengkapan kerja di tempat penampungan (baskem) kawasan hutan.Laporan resmi telah disampaikan ke Polsek Simanindo.

Beberapa hari kemudian,nomor ponsel milik anggota yang hilang justru aktif kembali dan digunakan untuk menghubungi keluarga korban pada malam hari.

“Kami menduga pelakunya orang yang mengenal baik lingkungan kami,” kata Jumanti.

Ketegangan berlanjut.Pada 17 Oktober, koperasi menghubungi panitia Marathon 100K “Of The King”, yang melintasi area kerja tanpa koordinasi.

“Kami tidak melarang kegiatan olahraga.Tapi seharusnya ada koordinasi, karena kawasan itu bagian dari wilayah izin kelola kami,” ujarnya.

Sehari kemudian,seorang warga berinisial JA disebut datang ke lokasi dan memerintahkan pekerja koperasi meninggalkan area kerja.?

Puncaknya terjadi 21 Oktober,saat sekelompok warga bersama aparat kepolisian masuk ke lokasi kerja koperasi.Setelah kejadian itu, sejumlah barang kembali hilang.

Dan pada 26 Oktober,koperasi menemukan siaran langsung (live streaming) di media sosial yang menunjukkan aktivitas kelompok lain di area izin mereka.Video itu kini disimpan sebagai barang bukti hukum.

Koperasi Ajukan Dumas,Minta Perlindungan Aparat

Merasa terancam, Koperasi Parna Jaya Sejahtera mengajukan surat pengaduan masyarakat (dumas) ke Polres Samosir dan meminta perlindungan hukum dari aparat.

“Kami pekerja di kawasan hutan negara yang sudah berizin resmi. Kami mohon perlindungan hukum agar bisa bekerja dengan tenang. Negara ini punya aturan yang harus ditegakkan,” tegas Jumanti.


Ia mengingatkan, tindakan intimidasi, pengusiran, dan perusakan fasilitas milik pihak berizin masuk kategori pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan.

“Kalau ada pihak yang tidak setuju dengan izin KLHK,jalurnya bukan main paksa di lapangan,tapi melalui gugatan ke PTUN,” tambahnya

Edukasi Publik: Hutan Sosial Bukan Milik Perseorangan

Program Perhutanan Sosial adalah mandat negara untuk pemerataan ekonomi hijau.Melalui izin resmi, pemerintah memberi hak kelola kepada kelompok masyarakat sekitar hutan agar mengelola secara legal, menjaga fungsi ekologis,dan menanam kembali lahan rusak.

Namun di lapangan,minimnya pemahaman sering menimbulkan konflik horizontal antara masyarakat pemegang izin dan warga sekitar.
Pemerintah daerah dan aparat hukum diminta tidak pasif, melainkan proaktif sebagai mediator dan penegak hukum,agar konflik sosial tidak melebar

Publik menilai
Kasus di Samosir ini memperlihatkan bahwa pembangunan berkelanjutan tidak bisa berjalan tanpa kepastian hukum dan kesadaran sosial.


Ketika izin resmi sudah diterbitkan oleh lembaga negara,semua pihak wajib menghormatinya hingga ada putusan hukum yang sah membatalkannya.

Catatan Redaksi Siap Dipasang:

Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui pada Selasa, 25 Agustus 2026, demi penataan ulang label, navigasi yang lebih rapi, serta pengoptimalan standar SEO Google demi kenyamanan dan kemudahan penelusuran pembaca. Isi materi serta fakta berita tetap sah dan tidak mengalami perubahan substansi.

Laporan: NR. Sitohang

Artha‑News – Analisis, Referensi, Tajam, Handal, Akurat -


Efisiensi Anggaran Bikin Alun-Alun KBB Terbengkalai, Disperkim Harap Ada Komitmen Bersama

BANDUNG BARAT — Kondisi Alun-Alun Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Ngamprah kini memprihatinkan. Area publik yang dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu tampak tak terurus — sampah berserakan, rumput liar tumbuh tinggi,dan sejumlah fasilitas rusak tanpa pemeliharaan.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan tujuan awal pembangunan alun-alun yang diharapkan menjadi ruang publik representatif bagi warga Bandung Barat.

Menanggapi hal itu,Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) KBB,Anni Roslianti, mengakui bahwa tahun ini pihaknya tidak memiliki anggaran pemeliharaan untuk alun-alun yang ada di wilayah Bandung Barat.

> “Sebenarnya sudah diusulkan anggaran sekitar Rp423 juta untuk pemeliharaan tiga alun-alun — Cililin, Lembang, dan Ngamprah. Tapi pos itu dihapuskan karena ada kebijakan efisiensi,” ujar Anni saat dikonfirmasi, Selasa (22/10/2025).

Anni menjelaskan, efisiensi anggaran tersebut membuat tidak ada dana pemeliharaan rutin tahun ini. Untuk menjaga keberlangsungan fungsi alun-alun, pihaknya berupaya menjalin kerja sama lintas sektor.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Koperasi dan UMKM. Namun setelah ada rotasi jabatan di beberapa dinas, kami belum tahu apakah kesepakatan sebelumnya masih bisa diteruskan atau harus dirintis lagi dari awal,” katanya.

Ia menambahkan, pemeliharaan ruang publik tidak bisa diserahkan hanya pada satu instansi.

“Kami ingin ada komitmen bersama,karena ini ruang publik milik masyarakat. Bangunan kalau tidak digunakan pasti akan rusak, dan jelas harus dipelihara. Lebih baik lagi kalau ada kehidupan di sana,” tegasnya.

Selain soal pemeliharaan, Anni juga menyinggung insiden pencurian atau kehilangan barang yang pernah terjadi di bangunan Alun-alun KBB, barang tersebut dicuri oleh warga yang tidak bertanggung jawab.

Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan aktivitas rutin agar fasilitas publik tidak terbengkalai dan rawan dirusak.

Warga sekitar berharap pemerintah daerah segera menata kembali alun-alun tersebut agar kembali layak menjadi ruang interaksi dan rekreasi keluarga. Hingga kini, kawasan Alun-Alun KBB di Ngamprah masih tampak sepi dan minim kegiatan, seolah kehilangan semangat sebagai ikon baru Bandung Barat yang dulu digadang-gadang menjadi pusat aktivitas warga.

(Ari.M)


Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui pada Sabtu, 23 Agustus 2026, demi kenyamanan navigasi pembaca dan penataan ulang label/kategori. Isi fakta dan materi berita tetap sah serta tidak mengalami perubahan.

BULOG Jabar Siap Salurkan 209.165 Ton Beras SPHP Mulai Juli – Desember 2025


Catatan Redaksi: Artikel ini telah diperbarui pada Sabtu, 22 Agustus 2026, demi kenyamanan navigasi pembaca dan penataan ulang label/kategori. Isi fakta dan materi berita tetap sah serta tidak mengalami perubahan.

BANDUNG artha-news.com – Perum BULOG Kantor Wilayah Jawa Barat memastikan siap menyalurkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Beras sebanyak 209.165 ton,selama periode Juli hingga Desember 2025. Penyaluran ini merupakan bagian dari penugasan resmi Badan Pangan Nasional dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan beras di tingkat konsumen.

Pemimpin Wilayah BULOG Jawa Barat,Mohamad Alexander mengatakan, beras SPHP merupakan bagian dari program pemerintah untuk menekan inflasi,menjaga daya beli masyarakat, dan mengantisipasi kenaikan harga beras di pasaran. Penyaluran beras ini akan dilakukan melalui Pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Outlet Pangan Binaan Pemerintah Daerah, serta Pemerintah Daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Beras SPHP ini akan dijual dalam kemasan 5 kilogram dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) di pasaran Rp12.500/kg," katanya,disela Penyaluran Perdana Beras SPHP Untuk Wilayah Jawa Barat, di Pasar Gedebage Kota Bandung, Sabtu (12/7/2025).

Menurut Alexander,beras SPHP dialokasikan dari stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang berasal dari penyerapan gabah beras petani lokal. Di wilayah Jawa Barat sendiri,saat ini stok CBP mencapai 632.907 ton setara beras, yang penyimpanannya tersebar di 8 Kantor Cabang BULOG dengan 39 komplek pergudangan.

"Jumlah stok beras CBP di Jawa Barat ini sangat cukup untuk menjamin kelancaran distribusi beras SPHP hingga akhir tahun 2025," ungkapnya.

Alexander menegaskan, BULOG Jabar berkomitmen menjalankan penugasan ini dengan optimal untuk menjaga keterjangkauan harga dan ketersediaan beras di masyarakat. Dengan kesiapan infrastruktur dan stok yang memadai,BULOG Jabar optimistis dapat menjalankan penugasan ini secara efektif dan mendukung stabilitas pangan di Provinsi Jawa Barat hingga akhir tahun 2025.

"Program SPHP Beras ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,khususnya beras. BULOG Jabar siap menyalurkan sesuai target dan memastikan beras tersedia di seluruh wilayah Jawa Barat," tegasnya.

Sementara, dalam rangka memastikan penyaluran beras SPHP berjalan tepat sasaran dan sesuai ketentuan,BULOG Jabar bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi,Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP),Satgas Pangan, serta instansi terkait untuk melakukan pengawasan bersama di lapangan. Dengan dukungan pengawasan tersebut,diharapkan program SPHP Beras dapat berjalan optimal, transparan, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Jawa Barat.

Seperti diketahui,Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menugaskan BULOG agar dapat melaksanakan penyaluran SPHP beras dalam 6 bulan ke depan, yakni Juli sampai Desember 2025. Target penyaluran SPHP Beras secara nasional sebesar 1.3 juta ton.


(Ari.M)
ARTHA-NEWS - Analisis - Referensi - Tajam - Handal - Akurat -

KSP Serambi Dana: Mitra Terpercaya Dorong UMKM Medan & Sumatera Utara Sejak 2019


Artikel diperbarui: 21 Agustus 2026 | Demi kenyamanan pembaca
Pembaruan ini dilakukan semata-mata untuk penataan ulang kategori dan navigasi konten agar lebih mudah diakses oleh pembaca. Isi berita, fakta, dan data yang disajikan tidak mengalami perubahan apa pun, tetap menjaga keaslian, kebenaran serta mengikuti prinsip akurasi dan tanggung jawab Kode Etik Jurnalistik.

MEDAN, ARTHA-NEWS – Kehadiran KSP Serambi Dana di tengah masyarakat Kota Medan terbukti sangat membantu para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terlebih lagi di tengah tantangan ekonomi yang semakin sulit. Lembaga ini hadir untuk mendongkrak pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan dan berkesinambungan.
 
KSP Serambi Dana telah berdiri sejak tahun 2019 hingga kini. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu nasabah, rasa syukur dan kepuasan sangat terasa atas keberadaan Koperasi Simpan Pinjam tersebut.
 
"Sangat membantu untuk modal usaha agar usaha saya ini dapat berkembang," ungkap salah satu nasabah dengan penuh harap.
 
Dalam kesempatan terpisah, Johan Sidabutar, S.H., menyampaikan pesan agar masyarakat Kota Medan yang membutuhkan dukungan modal dapat mengajukan permohonan pinjaman, serta senantiasa melunasi angsuran tepat waktu guna menjaga keberlanjutan kerja sama.
 
KSP Serambi Dana kini telah mengembangkan sayapnya ke enam wilayah di Provinsi Sumatera Utara, meliputi: Medan, Tebing Tinggi, Gunungtua, Rantau Prapat, Balige, dan Siantar. Kantor pusatnya berkedudukan di Jakarta, di bawah kepemimpinan pengusaha sukses Golfrend Tampabulon.
 
Dari pantauan dan peliputan Kabiro Artha-News di lapangan, terlihat antusiasme masyarakat yang tinggi. Hampir setiap hari warga datang berbondong-bondong ke kantor cabang yang beralamat di Jalan Sei Padang No. 99, Medan untuk mengajukan permohonan bantuan permodalan.

Laporan: Eben Ezer Hutauruk
Artha-News
"Analisis, Referensi Tajam, Handal, Akurat"

Sistem Administrasi Amburadul, Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya Semprot DPRD

TASIKMALAYA, ARTHA-NEWS – Sikap tidak hadirnya anggota dewan pada jadwal audiensi yang telah disepakati memicu kritik tajam dari elemen masyarakat yang tergabung dalam jaringan kemasyarakatan Tasikmalaya. Aliansi menilai hal tersebut merupakan bentuk pengabaian serius terhadap fungsi pengawasan serta pelayanan publik yang seharusnya dijalankan oleh wakil rakyat.
 
Selain itu, aspek manajemen pun disorot tajam. Pihak Komite Pemerhati Koperasi Indonesia (KPK-Indonesia) mengkritik keras sistem administrasi internal di DPRD Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak tertib dalam mengatur jadwal maupun menyampaikan informasi kepada publik.
 
Menanggapi kenyataan yang terjadi, Ketua Umum Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT), yang akrab disapa Arya Siloka, memberikan rapor merah bagi kinerja DPRD Kota Tasikmalaya yang dinilai tidak beraturan.
 
“Kami tidak mengetahui alasan apa pun yang terjadi di internal dewan. Namun, yang terpenting adalah kami telah melaksanakan prosedur dan tata cara yang benar. Tim kami sudah melayangkan surat resmi jauh sebelumnya, tertanggal 14 Agustus 2026, untuk penjadwalan audiensi guna membahas dugaan perilaku salah satu pengurus atau pengelola koperasi,” tegasnya kepada media, Kamis (20/8/2026).
 
Arya Siloka menambahkan bahwa langkah ini berlandaskan hukum dan konstitusional, bukan tindakan mendadak semata. Pada prinsip dasarnya, setiap warga negara berhak serta wajib mengetahui informasi publik.
 
“Kami menuntut klarifikasi resmi dari DPRD demi keterbukaan informasi publik. Kami tidak tahu di mana letak kendalanya, apakah pada sistem administrasinya atau hal lain. Intinya, kami meminta penjelasan resmi dan memohon agar audiensi ini segera diagendakan ulang,” tandasnya.
 
Fakta ketidaksiapan ini dinilai telah mencoreng citra positif lembaga perwakilan rakyat daerah yang seharusnya menjadi wadah penyaluran aspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat secara utama.
 
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Artha-News telah melayangkan surat konfirmasi tertulis resmi ke Sekretariat DPRD Kota Tasikmalaya, namun belum mendapatkan tanggapan resmi dari pihak terkait.
 
Demi pemberitaan yang berimbang, kami akan menayangkan berita selanjutnya segera setelah adanya klarifikasi resmi dari pihak DPRD, sesuai prinsip Kode Etik Jurnalistik.
 
(Red/AN)
Artha-News
Analisis Referensi Tajam, Handal, Akurat

KPK-Indonesia Kecewa: Audiensi Soal Koperasi di DPRD Tasikmalaya Tanpa Kehadiran Anggota Dewan

TASIKMALAYA – Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Komite Pemerhati Koperasi Indonesia (KPK-Indonesia) menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap DPRD Kota Tasikmalaya. Hal ini menyusul batalnya pelaksanaan audiensi yang telah dijadwalkan matang, sebab tidak satupun anggota dewan yang hadir menerima rombongan pada waktu dan tempat yang disepakati.
 
Rencananya, audiensi atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) tersebut digelar Kamis (20/8/2026) mulai pukul 13.00 WIB di lingkungan Kantor DPRD Kota Tasikmalaya. Agenda utama adalah membahas dugaan permasalahan operasional yang menimpa karyawan atau petugas lapangan yang diduga diperlakukan tidak adil oleh pengurus salah satu koperasi simpan pinjam, yang selama ini menjadi keluhan karyawan koperasi tersebut.

 
Pihak penggagas telah melayangkan surat permohonan audiensi secara resmi pada 14 Agustus 2026 dan lengkap jauh sebelumnya. Estimasi peserta yang bersiap hadir mencapai sekitar 50 orang, terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil, organisasi bantuan hukum, awak media, serta pihak-pihak yang merasa dirugikan secara langsung. Namun niat baik tersebut kandas total karena tidak ada respon maupun kehadiran dari perwakilan parlemen.
 
KPK-Indonesia ( Komite Pemantau Koperasi) menaungi Transparansi Publik Institute (TPI), Banteng Muda Indonesia (BMI), Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sapurata Nusantara, serta Aliansi Jurnalis Galunggung Tasikmalaya (AJGT). Bersama-sama mereka menilai ketidakhadiran ini merupakan bentuk pengabaian serius terhadap hak masyarakat untuk didengar aspirasinya di lembaga perwakilan rakyat.
 
“Kami sangat kecewa. Segala persiapan sudah dilakukan, surat sudah disampaikan lama sebelumnya, namun saat tiba di lokasi tidak ada satu pun anggota dewan yang bersedia menerima kami,” ungkap perwakilan aliansi masyarakat dengan nada kecewa. Kejadian ini dinilai mencoreng prinsip demokrasi serta fungsi pengawasan dan pelayanan yang seharusnya dijalankan oleh DPRD demi kepentingan publik yang seluas-luasnya.
 
Pihak penggagas juga menyoroti manajemen di lembaga tersebut. “Dinilai sistem administrasi DPRD Kota Tasikmalaya tidak tertib. Dewan adalah wakil rakyat, namun lihatlah kenyataan yang terjadi di lapangan ini,” tambahnya menegaskan fakta yang dialami.
 
Oleh: Tim Redaksi

Dari Jakarta Game Show Menuju IGEX 2026 Yogyakarta: Bangun Ekosistem Game & Ekonomi Digital Nasional

SLEMAN, YOGYAKARTA, ARTHA-NEWS.COM — Perjalanan panjang pengembangan industri game Indonesia terus melaju melewati berbagai tahap transformasi. Bermula dari Jakarta Game Show pada tahun 2011, kemudian berkembang menjadi Jakarta Game Expo, kini gerakan tersebut telah bertransformasi menjadi Indonesia Game Experience (IGEX) — sebuah gerakan nasional yang membawa semangat pengembangan industri game, teknologi, kreativitas, budaya, dan ekonomi digital hingga ke berbagai pelosok tanah air.
 
Semangat transformasi tersebut kembali ditegaskan dalam pembukaan IGEX 2026 Yogyakarta yang digelar di Atrium Rama, Sleman City Hall (SCH), pada Kamis (13/8/2026). Kegiatan di Yogyakarta berlangsung selama empat hari dan menjadi bagian dari rangkaian IGEX 2026 yang digelar secara berturut-turut di lima kota besar di Indonesia.
 
Ketua Umum APTIKNAS sekaligus Ketua Umum APKOMINDO, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menyampaikan bahwa perjalanan dari Jakarta Game Show menjadi IGEX menegaskan bahwa perkembangan industri game Indonesia tidak lagi bersifat lokal atau terpusat di ibu kota, melainkan telah tumbuh menjadi gerakan nasional yang menyatukan seluruh elemen bangsa.
 
“Perjalanan ini dimulai melalui Jakarta Game Show pada 2011, kemudian berkembang menjadi Jakarta Game Expo, hingga kini bertransformasi menjadi Indonesia Game Experience atau IGEX. Transformasi ini menegaskan bahwa gerakan tersebut bukan hanya milik Jakarta, tetapi merupakan bagian dari gerakan nasional yang mencakup seluruh Indonesia,” ujar Hoky.
 
Lebih dari sekadar pameran dan hiburan, IGEX hadir sebagai ruang pertemuan antar teknologi, kreativitas, industri, budaya, pendidikan, komunitas, dan peluang bisnis.
 
“Hari ini kita bukan sekadar membuka sebuah pameran, tetapi menegaskan komitmen bersama bahwa kreativitas, teknologi, kolaborasi, dan integritas merupakan fondasi penting dalam membangun ekonomi digital Indonesia,” tegasnya.
 
Penyelenggaraan IGEX 2026 merupakan hasil kolaborasi luas lintas pemangku kepentingan, antara lain: Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI), Kementerian Kebudayaan RI, APKOMINDO, APTIKNAS, Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN), Sleman City Hall, serta Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI).
 
Hoky menjelaskan, pengalaman panjang APKOMINDO yang telah berdiri sejak 1991 dan kini berusia 35 tahun, serta jaringan APTIKNAS yang memiliki 31 Dewan Pengurus Daerah dari Aceh hingga Papua, menjadi modal kuat dalam memperkuat ekosistem teknologi dan game di daerah-daerah.
 
Perkembangan teknologi seperti Kecerdasan Buatan, Komputasi Awan, Keamanan Siber, Data Besar, hingga Teknologi Realitas Terdistribusi, telah mengubah cara manusia bekerja dan berinovasi. Industri game pun menempati posisi strategis karena memadukan teknologi, seni, desain, musik, animasi, budaya, edukasi, dan kecerdasan buatan dalam satu kesatuan karya.
 
Oleh karena itu, pembangunan industri Teknologi Informasi dan Komunikasi serta game nasional harus bertumpu pada lima fondasi utama: talenta digital yang unggul, ekosistem kolaborasi yang kuat, investasi dan akses pasar global, perlindungan Hak Kekayaan Intelektual, serta tata kelola digital yang berintegritas dan aman.
 
“Teknologi mendorong kemajuan, hukum menjaga kepercayaan, kolaborasi memperkuat bangsa, dan inovasi menciptakan masa depan,” ujar Hoky.
 
Selain memperkuat ekosistem industri game melalui IGEX, APTIKNAS juga menjalankan berbagai program transformasi digital berskala nasional, antara lain: National Cybersecurity Connect (NCC), Roadshow Nasional bertema “AI Driven Secure & Efficient” yang digelar di delapan kota dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) RI, program Warkop Digital, serta pengembangan pasar digital melalui APTIKNAS Mall. APTIKNAS juga telah mendirikan Koperasi APTIKNAS Maju Bersama dan terus mendorong percepatan pengesahan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS).
 
Hoky menegaskan bahwa kemajuan ekosistem digital harus disertai kepastian hukum dan perlindungan Hak Kekayaan Intelektual agar para pencipta, pengembang, investor, dan pelaku usaha dapat berkarya dengan rasa aman dan penuh perlindungan.
 
Dari catatan capaian sebelumnya, rangkaian IGEX 2025 yang digelar di lima kota berhasil mencatat lebih dari 350.000 pengunjung, melibatkan lebih dari 10.000 peserta kompetisi esports, serta menghadirkan lebih dari 2.000 praktisi, akademisi, regulator, dan pelaku industri melalui forum TechSummit.
 
Pada IGEX 2026, penyelenggara tidak lagi hanya mengejar jumlah pengunjung, melainkan meningkatkan kualitas dampak nyata melalui sejumlah ruang pameran dan forum khusus, antara lain: Gaming Hardware Expo, Pameran Teknologi Kecerdasan Buatan & Digital, Ruang Kreator, Pertemuan Bisnis, Forum Jejaring Industri, serta berbagai kompetisi dan kegiatan edukasi.
 
“Kita ingin keberhasilan IGEX diukur bukan hanya dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari lahirnya kolaborasi baru, meningkatnya investasi, berkembangnya industri kreatif nasional, serta terbukanya lebih banyak peluang kerja bagi talenta digital Indonesia,” jelas Hoky.
 
IGEX 2026 Yogyakarta dibuka secara resmi oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kementerian Kebudayaan RI, Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc. Dalam sambutannya, Feri memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan IGEX dan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memajukan ekonomi kreatif nasional.
 
“Kementerian Kebudayaan RI sangat mendukung kegiatan-kegiatan seperti ini. Sebagai contoh, dengan hadirnya karya-karya game bernuansa budaya, maka budaya Nusantara akan semakin dikenal dan mendunia,” ujar Feri.
 
Dukungan juga disampaikan oleh Ketua APKOMINDO DPD Yogyakarta, Eka Wibawa, yang menyambut baik dipilihnya Yogyakarta sebagai salah satu kota penyelenggara IGEX 2026. Sementara itu, General Manager Sleman City Hall, Jony Yudyantara, menyampaikan kebanggaannya karena Sleman City Hall dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan, dan menyatakan kesiapan kembali menyambut IGEX pada tahun-tahun mendatang.
 
Turut memberikan sambutan dan dukungan: Mrs. Amy Hsiao (Direktur Taiwan Trade Center Jakarta/TAITRA Jakarta, diwakili Andi Tanudiredja); Fanky Christian (Sekretaris Jenderal DPP APTIKNAS); Anton Sudjarwo (Sekretaris Umum PBESI); serta Ainul Hamam (General Manager Mobile Consumer Business Region Jawa Tengah & DIY, TELKOMSEL). Kehadiran para perwakilan dari berbagai sektor ini memperkuat semangat kolaborasi antar pemerintah, dunia usaha, asosiasi, industri teknologi, telekomunikasi, olahraga elektronik, dan ekosistem kreatif secara menyeluruh.
 
Perspektif mengenai potensi talenta Indonesia di kancah industri kreatif global turut disampaikan oleh Prof. Dr. Mohammad Suyanto, M.M., Rektor Universitas Amikom Yogyakarta. Sebagai sosok yang juga aktif sebagai produser, sutradara, dan penulis, Prof. Suyanto membagikan pengalaman proyek film animasi berjudul Aji Saka: The King and The Flower of Life yang kini memasuki tahap pascaproduksi. Proyek ini melibatkan sejumlah profesional kelas dunia, membuktikan bahwa talenta Indonesia mampu bersanding di level internasional.
 
“Hal ini menunjukkan bahwa talenta Indonesia juga memiliki peluang untuk berkarya dan berada di jajaran industri kreatif kelas dunia,” ujar Prof. Suyanto.
 
Pembukaan IGEX 2026 juga dimeriahkan penampilan budaya oleh Rika Marhani Adiyanti dari Sanggar Tari Rika Art Dance yang membawakan Tari Mangastuti — sebuah tarian penyambutan tamu kehormatan yang menambah keindahan dan kehangatan suasana pembukaan.
 
Selain pameran dan festival, rangkaian kegiatan IGEX Yogyakarta turut menghadirkan APTIKNAS TechSummit 2026 dengan tema “AI-Native Indonesia 2026”. Forum ini menjadi ruang diskusi strategis yang mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan praktisi teknologi untuk membahas perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, keamanan siber, serta masa depan industri teknologi nasional.
 
Di akhir sambutannya, Hoky berharap perjalanan IGEX dari Jakarta Game Show tahun 2011 hingga menjadi gerakan nasional Indonesia Game Experience dapat terus tumbuh dan bermanfaat bagi seluruh bangsa.
 
“Tidak ada satu kementerian, satu asosiasi, ataupun satu perusahaan yang mampu membangun ekosistem ini sendirian. Hanya melalui kolaborasi dan semangat gotong royong, cita-cita tersebut dapat kita wujudkan,” pesan Hoky yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum SPRI.
 
IGEX harus terus dikembangkan bukan sekadar menjadi agenda tahunan semata, melainkan sebagai platform berkelanjutan yang senantiasa mempertemukan talenta, teknologi, investasi, budaya, komunitas, dan pasar dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
 
“Ketika sejarah transformasi digital Indonesia ditulis kelak, saya berharap kita dikenang bukan sebagai penonton yang hanya melihat perubahan, melainkan sebagai pelaku yang ikut membangun masa depan bangsa,” pungkas Hoky menutup pernyataannya dengan penuh harapan.

Redaksi Artha-News
Artha-News — Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat


Banjar Kolaborasi 2026: Gabungkan Musik, Budaya dan UMKM, Meriahkan HUT RI ke-81 dengan Nuansa Merah-Putih

BANJAR, ARTHA-NEWS.COM — Semarak peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 kian terasa di Kota Banjar. Akan digelar acara bertajuk "Banjar Kolaborasi 2026" yang memadukan seni musik, kekayaan budaya, dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) lokal dengan semangat kebersamaan: Berbeda Karya, Satu Rasa.
 
Acara diselenggarakan pada Selasa, 18 Agustus 2026, dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai, bertempat di sepanjang Jalan Letjen Suwarto, Kota Banjar. Kegiatan ini mengusung tema kemerdekaan: Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 — Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.
 
Banjar Kolaborasi 2026 merupakan hasil kerja sama dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Banjar, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Banjar, Kepolisian Resor Kota Banjar, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUP) Kota Banjar.
 
Rangkaian penampilan akan memukau pengunjung dengan beragam kekayaan seni dan budaya. Di panggung musik akan tampil: SMC, ASASI, RESONANSI, PADALOMA, THE BRANTASAN, SETIAKUSTIK, PATROMAN BAND, DEAR DIARY, DIAS SENA, OLD PEOPLE, BIRU LANGIT, DOMINIQUE, FREE JAMZ, dan THE TABAS.
 
Tak hanya musik, nuansa budaya pun tampil memukau. SLBN Banjar akan menampilkan pertunjukan Angklung yang syahdu. Sanggar Kinanti Ligar membawakan Tarian Rampak Jaipong yang penuh semangat. Selain itu, Jessica Purboyo akan membacakan Puisi Kemerdekaan yang menyentuh hati.
 
Pengunjung juga dapat berbelanja sekaligus mendukung perekonomian warga melalui Bazar UMKM Lokal Banjar yang menyajikan beragam produk unggulan Kota Banjar. Seluruh suasana acara akan dibalut nuansa vintage bernuansa merah-putih, sangat indah dan pas untuk merayakan kemerdekaan Indonesia ke-81.
 
Warga Kota Banjar dan sekitarnya diimbau untuk hadir memeriahkan acara ini, menikmati kebersamaan, serta bersama-sama menyambut semangat kemerdekaan yang penuh kebhinekaan dan persatuan.


Kabiro Banjar: Rena Yunita
Artha-News — Media Online Kota Banjar
Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Dukung Program Nasional, KBB Siapkan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih


Bandung Barat, 20 Mei 2025 – (Diperbarui: 20 Juli 2026) Artha-News.Com – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat sedang mematangkan langkah nyata untuk mewujudkan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di seluruh wilayahnya, sejalan dengan program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
 
Bupati Bandung Barat Ade Uu Sukaedi menegaskan bahwa pembentukan koperasi ini adalah wujud kepatuhan serta dukungan penuh terhadap program strategis nasional yang telah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
 
"Sudah menjadi kewajiban kami ikut serta sebagai bagian dari pemerintahan di wilayah NKRI agar mampu melaksanakan kebijakan tersebut dengan sebaik-baiknya. Kami bertekad agar koperasi ini benar-benar milik rakyat dan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat serta berpotensi menjadi penggerak ekonomi yang mampu bersaing," ujarnya.
 
Ia menambahkan, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih bertujuan agar seluruh potensi sumber daya lokal dapat dikelola secara optimal, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat ketahanan pangan desa.
 
"Sedangkan keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih akan sangat menentukan pencapaian target-target pembangunan lainnya. Oleh sebab itu, kami memastikan seluruh persyaratan dan tahapan proses yang harus dijalani telah melalui verifikasi dan penelaahan yang cermat," lanjutnya.
 
Lebih jauh, pemerintah daerah juga telah menurunkan tim untuk memetakan potensi serta menyusun perangkat aturan agar koperasi nantinya berkelanjutan, memiliki struktur organisasi yang jelas, serta mampu memberikan pelayanan yang efektif, efisien, dan terpercaya.
 
Rencana pembentukan ini sebelumnya telah disampaikan saat kunjungan kerja Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar ke Kabupaten Bandung Barat pada tanggal 13 Mei 2025 lalu.
 
"Saya instruksikan agar Satgas Koperasi Desa Merah Putih KBB yang nantinya dibentuk senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait demi terwujudnya koperasi yang kuat, mandiri, dan sejahtera," tegas Bupati Ade Uu Sukaedi.
 
(Ari .M)
(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

 Arsip Berita: Dukung Program Nasional, KBB Siapkan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih | Tanggal Kejadian: 20 Mei 2025 | Terakhir Diperbarui: 20 Juli 2026 | Lokasi: Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat | 

Sukseskan Program Prabowo,Bupati Dadang Supriatna Gelar Roadshow Koperasi Merah Putih Ke 31 Kecamatan

KAB BANDUNG - Bupati Bandung Dadang Supriatna menggelar roadshow dan kunjungan kerja untuk memantau perkembangan Koperasi Merah Putih di sejumlah kecamatan yakni Kecamatan Pasirjambu, Ciwidey,dan Kecamatan Rancabali (Pacira).

Kunjungan tersebut dilakukan langsung Bupati Dadang Supriatna untuk melakukan monitoring, evaluasi, menyerap berbagai kendala dan permasalahan serta memberikan solusi bagi Koperasi Merah Putih agar dapat melakukan operasional.

"Saya sengaja turun langsung ingin memastikan bahwa salah satu program strategis Pak Presiden Prabowo yaitu Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung bukan hanya beroperasi tapi juga bisa sukses," ujar Bupati Dadang Supriatna.

Dalam kunjungannya,Bupati yang akrab disapa Kang DS itu tidak hanya melakukan kunjungan kerja, namun juga berdialog dengan para kepala desa, ketua dan anggota koperasi.

Bupati Bandung membantu secara langsung mengidentifikasi kendala dan permasalahan yang dihadapi koperasi.Kang DS kemudian memberikan solusi dan arahan untuk mempercepat operasional Koperasi Merah Putih.

Kang DS mengungkapkan rasa gembiranya karena sebagian besar Koperasi Merah Putih di tiga kecamatan tersebut sudah mulai beroperasi.Padahal mereka belum mengakses permodalan dari Bank Himbara, milik pemerintah.

Mayoritas Koperasi Merah Putih di wilayah Pacira telah menjalankan unit usaha seperti penyediaan sembako,penjualan gas elpiji, suplier sayuran hingga jasa fotokopi.

"Saya sampaikan selamat dan apresiasi kepada para kepala desa dan ketua koperasi karena Koperasi Merah Putih mayoritas sudah berjalan dan menjalankan usaha," ujarnya.

Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Bupati Bedas adalah perlunya setiap koperasi memiliki business plan atau perencanaan bisnis yang matang.

Menurutnya,dengan perencanaan yang baik,koperasi akan memiliki arah yang jelas dalam mengembangkan usaha, mengakses permodalan, meningkatkan omset, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi anggota.

"Koperasi Merah Putih ini harus benar-benar sehat. Agar bisa sehat, itu dimulai dari bussiness plan yang matang.Koperasi Merah Putih harus berinovasi agar bisa benar-benar sehat dan memiliki omset luar biasa," tegasnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu juga menegaskan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bandung diharapkan benar-benar menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bandung.

Oleh karena itu,ia mendorong agar Koperasi Merah Putih menjalin sinergi dengan berbagai pihak, termasuk SPPG,masyarakat dan pelaku usaha lainnya.

Terlebih, kata Kang DS, selain program Koperasi Merah Putih di seluruh desa juga bergulir program Makan Bergizi Gratis (MBG).Jika kedua program ini dapat disinergikan,Ia optimistis Koperasi Merah Putih di tiap desa akan berjalan sehat dan sukses.

"Kebutuhan untuk MBG saja jika dipenuhi oleh koperasi ini sangat besar. Koperasi bisa sehat.Tapi koperasinya harus sehat dulu. Urusan permodalan gampang, kan ada Bank Himbara.Makanya buat bussiness plannya yang baik," tuturnya.

Dengan kolaborasi dan sinergi yang baik, Kang DS optimistis Koperasi Merah Putih bisa menciptakan ekosistem ekonomi yang kuat di tiap desa.

"Perputaran uang MBG saja di Kabupaten Bandung bisa mencapai Rp 15 triliun.Peluang ini harus kita manfaatkan dengan baik," ungkapnya.

Roadshow ini rencananya akan dilanjutkan ke seluruh kecamatan. Sebanyak 31 kecamatan di Kabupaten Bandung akan didatangi langsung oleh Bupati Dadang Supriatna. 

(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

 Arsip Berita: Sukseskan Program Prabowo, Bupati Dadang Supriatna Gelar Roadshow Koperasi Merah Putih ke 31 Kecamatan | Diterbitkan 10 November 2025 | Lokasi: Kabupaten Bandung, Jawa Barat |

IGX 2025 Sukses Spektakuler: Kolaborasi Game dan Warisan Budaya Cetak Sejarah Baru Ekosistem Digital Indonesia

Jakarta, Indonesia Game Experience (IGX) 2025 telah resmi menutup rangkaian acaranya dengan sukses gemilang setelah diselenggarakan pada 20-23 November 2025 di Gajah Mada Plaza, Jakarta. Festival game dan teknologi terbesar di Indonesia ini berhasil menarik lebih dari 15.000 pengunjung, membuktikan kedewasaan ekosistem game Indonesia yang siap bersaing di kancah global sekaligus meneguhkan harmoni antara teknologi digital dan warisan budaya Nusantara.

Kolaborasi Nasional Membangun Masa Depan Digital
Dalam sambutan pembukaannya yang penuh semangat, Ir. Soegiharto Santoso, S.H., yang akrab disapa Hoky, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan industri digital Indonesia. "Perjalanan kolaborasi nasional tahun 2025 yang dimulai dari Tangerang, menyusuri Surabaya, Semarang, Bandung, dan kini berpuncak di Jakarta membuktikan prinsip yang kita pegang teguh: di era digital, yang unggul adalah yang paling cepat berinovasi dan paling mampu berkolaborasi," ujar Hoky yang menjabat sebagai Ketua Umum APTIKNAS, Ketua Umum APKOMINDO, dan Sekretaris Jenderal PERATIN.

Hoky juga menyoroti pentingnya menyikapi tantangan industri dengan bijak. "Maraknya wacana pembatasan game online pasca-insiden di SMAN 72 Jakarta, menuntut kita untuk menyikapi dengan kepala dingin dan pandangan konstruktif. Menurut studi dari Agate, pasar game Indonesia mencapai 3,37 miliar unduhan pada 2022, dengan nilai pasar domestik sebesar US$2,5 miliar atau setara Rp41,3 triliun. Namun, 99 persen dari pasar ini masih dikuasai game asing. Inilah mengapa kita harus lompat lebih jauh," tegasnya.

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, yang diwakili oleh Andi Syamsu Rijal, S.S., M.Hum., Direktur Pengembangan Budaya Digital. Dalam sambutannya, beliau menyatakan, "Pemerintah mendukung penuh pengembangan industri game Indonesia. Melalui Peraturan Presiden Nomor 19/2024, game ditempatkan sebagai sub-sektor vital dengan target pendanaan US$40 juta per tahun untuk pengembang game lokal."

Dukungan strategis juga datang dari Taiwan Trade Center Jakarta, yang diwakili oleh Manager Kasumi Liao. Dalam sambutannya, beliau menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan industri game Indonesia.

Acara pembukaan IGX 2025 dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci yang turut memberikan sambutan, antara lain: Khairil Irfan (General Manager Mobile Consumer Business Telkomsel), Fanky Christian (Sekretaris Jenderal APTIKNAS & Kepala Bidang IT & Infrastruktur AGKDI), Andi Mulja Tanudiredja (Direktur Utama PT Masterdata Digital Cyberindo, Partner TAITRA Jakarta, serta Dewan Pengawas AGKDI), Pahala Situmeang (Direktur Mall Gajah Mada Plaza)

Kehadiran para pimpinan organisasi pendukung semakin melengkapi rangkaian acara, termasuk: Puguh Kuswanto (Sekretaris Jenderal APKOMINDO), para pengurus APKOMINDO, APTIKNAS, AGKDI, PERATIN, dan Koperasi APTIKNAS, termasuk Sandy Kusuma, Andri Sugondo, Brian Sokhily Lasse, Ardian Elkana, Totok Sediyantoro, Yuliyanti, Yuliasiane Sulistiyawati, Azka Bazil Danish Rahmat, Andri Nugraha, Tommy Mualim, Syarif S, dan Sofyan.

Turut hadir pula para tokoh dan perwakilan institusi strategis: Angelika Putri (Sekretaris Jenderal APGI), Roosdiono (Vice President Finpay), Andy Febrico Bintoro (Co-Founder & CTO Maxy Academy), Kris Sulisto (Dewan Penasehat AINAKI), Iman Fattah (Dewan Kesenian Jakarta), dan Budi Sulisto (Direksi GRID ev Charger - SPKLU), 

Harmoni Digital dan Budaya: Sinergi Tradisi dan Teknologi
Kolaborasi dengan Ethnic Digital Heritage Festival 2025 melalui Talkshow & Showcase "Keris Kamardikan di Era Digital" berhasil menghadirkan perspektif unik yang memadukan tradisi leluhur dengan kreativitas modern. Di bawah pimpinan KRA. Rivo Cahyono Setyonegoro, acara ini menampilkan karya maestro perkerisan Indonesia, Toni Junus, yang membagikan filosofi mendalam Keris Kamardikan, sebuah konsep yang diproklamasikannya sejak 2008.

"Para empu modern tidak lagi terikat patronase kerajaan. Perajin bebas berkarya mengambil inspirasi dari roh zaman, tanpa kehilangan akar tradisi," jelas Toni Junus. Keris Kamardikan hadir sebagai simbol kebebasan kreatif dan keberlanjutan tradisi dalam konteks Indonesia modern.

Meski teknologi berkembang, Toni Junus menekankan pentingnya menjaga nilai spiritual. "Keris menyimpan afirmasi, niat, dan batin sang empu. Itulah 'ruh' keris yang harus kita jaga," ujarnya. Dalam upaya regenerasi, estetika keris menjadi pintu masuk bagi generasi muda, dengan tetap menekankan pentingnya niat dan penghormatan terhadap tradisi.

IGX 2025 mencatatkan berbagai prestasi yang membanggakan:
• Total 1.500+ gamer berkompetisi dalam turnamen esports
• 20+ brand teknologi ternama memamerkan inovasi terbaru
• 50+ penampilan cosplay dan komunitas kreatif
• Bazaar budaya yang menampilkan produk 100+ UMKM lokal
• Zona VR/AR & Edu-Tech yang mengalami antrean pengunjung

Yang membanggakan, acara ini juga menjadi panggung bagi developer game lokal untuk menunjukkan karya terbaik mereka. Berdasarkan data Primbon Game yang dikutip dalam sambutan, game lokal seperti Coral Island berhasil meraup pendapatan Rp317,30 miliar, disusul Potion Permit dengan Rp68,47 miliar, serta deretan game sukses lainnya.

Forum Strategis Hasilkan Rekomendasi Berharga
Sebagai bagian dari komitmen membangun ekosistem game Indonesia yang berkelanjutan, terselenggara forum diskusi khusus bertajuk "Empowering Indonesia Game Ecosystem: Beyond Entertainment, Game as Innovation, Culture, and Technology". Forum strategis ini berhasil merumuskan sejumlah rekomendasi berharga melalui pembahasan mendalam berbagai topik kunci.

Adapun para pembicara yang hadir dalam forum tersebut meliputi: Dr. Ir. Feri Arlius, M.Sc (Direktur Fasilitas dan Prasarana Kebudayaan Kementerian Kebudayaan RI), Jhonsen Lim (Head of Game Division MNC Digital), Syarief Syarfuan (CEO Spirit45 Studio), Vincent Suriadinata, SH., MH. (Mustika Raja Law Office), Michael Edward (Country Representative Giga Computing Indonesia), Ridwan Fariz (AMD Technical Marketing Manager), Andika Cahyadi (LCD Monitor Product Specialist Samsung Indonesia) dan Malvino Sukamto (Seagate Product Spesialist).

Para peserta forum secara bulat menyepakati empat rekomendasi strategis:
• Peningkatan literasi digital yang menyeluruh bagi orang tua dan tenaga pendidik
• Optimalisasi sistem rating game yang mengacu pada standar internasional
• Pengembangan game edukatif lokal yang memperkuat karakter bangsa
• Formulasi strategi efektif untuk meningkatkan daya saing game lokal

Dalam rangkaian IGX 2025, diselenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) APKOMINDO 2025 yang menghasilkan komitmen untuk mengaktifkan kembali kegiatan di seluruh DPD. "Ini merupakan langkah strategis yang akan secara signifikan memperkuat posisi dan jangkauan AGKDI di seluruh Indonesia," jelas Hoky.

Hendri Andrigo Sutanto, Ketua Umum AGKDI yang juga menjabat sebagai Ketua DPD APKOMINDO Jakarta dan Ketua DPD APTIKNAS Jakarta, menegaskan komitmen jangka panjang untuk membangun industri game Indonesia. "IGX 2025 Jakarta bukan hanya sebuah festival, namun momentum strategis untuk membangun masa depan industri game dan teknologi informasi yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan." tutur Hendri.

Acara penutupan IGX 2025 diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada pemenang berbagai kompetisi dan pertunjukan. Keberhasilan acara ini semakin lengkap dengan kehadiran Stanislaus Susatyo selaku Direktur Sales Telkomsel yang turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya even berskala nasional ini. Kehadiran beliau semakin mengukuhkan komitmen Telkomsel sebagai strategic partner dalam mendukung pengembangan ekosistem digital Indonesia.

Total hadiah senilai Rp50 juta berhasil diraih oleh berbagai tim esports, sementara penghargaan khusus diberikan kepada developer game lokal yang menunjukkan inovasi terbaik. Dukungan nyata dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk korporasi ternama seperti Telkomsel, menjadi bukti nyata bahwa industri game Indonesia telah siap untuk tumbuh lebih besar lagi.

IGX 2025 merupakan kolaborasi strategis yang diselenggarakan oleh Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) dan didukung oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia,Taiwan Trade Center (TAITRA) Jakarta, APTIKNAS, APKOMINDO, PERATIN, dan APGI, serta berkolaborasi dengan Ethnic Digital Heritage Festival 2025.

Keberhasilan penyelenggaraan IGX 2025 membuktikan bahwa industri game Indonesia tidak hanya siap menghadapi tantangan masa depan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital Indonesia yang tetap berpijak pada kekayaan budaya Nusantara.

Indonesia Game Experience (IGX) merupakan festival game dan konten digital terbesar di Indonesia yang memiliki sejarah panjang dalam membangun ekosistem digital nasional. Awalnya diinisiasi oleh APTIKNAS, perjalanan IGX kini dilanjutkan oleh Asosiasi Game dan Konten Digital Indonesia (AGKDI) sebagai asosiasi yang secara khusus berfokus pada pengembangan industri game di tanah air.

Sebagai wujud komitmen terhadap kemajuan industri game nasional, IGX konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan strategis yang komprehensif, meliputi pameran teknologi, kompetisi esports, konferensi industri, serta berbagai aktivitas kolaboratif lainnya yang dirancang untuk memperkuat seluruh rantai nilai industri game Indonesia.

Keberadaan IGX tidak hanya menjadi ajang showcase, tetapi juga berperan sebagai katalisator dalam menghubungkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari developer, publisher, komunitas, hingga pemerintah dalam satu ekosistem yang sinergis.

(Redaksi Artha-News)
Artha-News: Analisis • Referensi • Tajam • Handal • Akurat

Arsip Berita: IGX 2025 Sukses Spektakuler: Kolaborasi Game dan Warisan Budaya Cetak Sejarah Baru Ekosistem Digital Indonesia | Diterbitkan 27 November 2025 | Lokasi: DKI 



Dugaan Pengadaan 1,8 Juta Unit Kipas Angin Senilai Rp1,8 Triliun Jadi Sorotan DPR RI

ARTHA‑NEWS, JAKARTA – Jumat, 17 Juli 2026.
 
Isu dugaan pengadaan sebanyak 1,8 juta unit kipas angin senilai sekitar Rp1,8 triliun yang dikaitkan dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi sorotan utama dalam rapat dengar pendapat Komisi VI DPR RI. Hal ini mengundang banyak pertanyaan masyarakat terkait kesesuaian jenis barang, perencanaan kebutuhan, ketepatan spesifikasi, hingga sumber anggaran yang digunakan dalam rencana bernilai sangat besar tersebut.
 
Merespons hal tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan secara tegas pihaknya tidak mengetahui sama sekali adanya rencana maupun pelaksanaan pengadaan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa urusan pengadaan barang tersebut bukan merupakan ranah tugas maupun kewenangan Kementerian Koperasi.
 
Dalam penjelasannya di hadapan para anggota dewan, Ferry juga menyoroti spesifikasi barang yang sempat diperlihatkan, yaitu kipas angin tipe industri besar yang jika dibeli secara umum melalui platform perdagangan elektronik harganya berkisar sekitar Rp11 juta per unit. Hal ini pun menimbulkan tanda tanya besar mengapa barang dengan spesifikasi demikian yang direncanakan untuk disalurkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
 
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait lainnya yang memastikan apakah proyek tersebut benar‑benar telah direalisasikan, serta pihak mana yang mempersiapkan dan bertanggung jawab penuh atas rencana pengadaan itu. Artha‑News akan terus memantau perkembangan kasus ini guna menyajikan informasi yang faktual, teruji, dan terpercaya sesuai moto kami: Referensi Tajam Handal Akurat.
 
Sumber: Hasil Rapat Komisi VI DPR RI, Pernyataan Resmi Menteri Koperasi, serta pantauan perkembangan terkini.
(Laporan: Tim Redaksi Artha‑News)

Bandung Barat Tuntaskan 25 Gerai Koperasi Desa Merah Putih, Diresmikan Serentak Nasional

Bandung Barat | Artha News – Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menuntaskan pembangunan 25 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai bagian dari dukungan terhadap program strategis nasional untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat desa.

Peresmian dan peluncuran KDMP dipusatkan di Perum Cilame Permai, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di 1.061 titik di seluruh Indonesia dan diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui sambungan virtual.

Wakil Bupati Bandung Barat hadir mewakili Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, dan membacakan sambutan tertulis yang menegaskan pentingnya koperasi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.

“Pembentukan dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih merupakan langkah strategis. Koperasi harus menjadi lokomotif utama penggerak ekonomi rakyat. Dengan rampungnya 25 gerai ini, kita siap membangun ekosistem bisnis desa yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui Dinas Koperasi dan UMKM, KDMP di Kabupaten Bandung Barat telah menjalin kemitraan strategis dengan Perum Bulog dan Pertamina guna mendukung penyediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Pemerintah daerah juga telah melaksanakan pendidikan, pelatihan, dan uji kompetensi bagi pengawas, ketua, dan seluruh pengurus KDMP untuk menciptakan sumber daya manusia koperasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Pasca-peresmian nasional, kelengkapan pendukung seperti gudang, pemantapan gerai, dan kendaraan operasional akan terus dipercepat agar produk BUMN maupun swasta dapat langsung menjangkau masyarakat desa.

Selain itu, pengembangan unit usaha KDMP akan disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sehingga koperasi diharapkan dapat menjadi pemasok utama kebutuhan pangan dengan mengoptimalkan potensi lokal dari sektor koperasi, UMKM, pertanian, hingga peternakan di Kabupaten Bandung Barat.

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat optimistis keberadaan Koperasi Desa Merah Putih akan memperkuat ekonomi kerakyatan yang adaptif dan berdaya saing, sejalan dengan visi Bandung Barat AMANAH, yaitu Agamis, Maju, Adaptif, Nyaman, Aspiratif, dan Harmonis.

Pemkab Samosir Bersama Yayasan Bitra Perkuat Kelembagaan Pengelola PATS Desa Sibonor Ompu Ratus

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Bitra Indonesia memulai proses pembentukan dan penguatan kelembagaan pengelola Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus. Langkah ini merupakan tindak lanjut pasca rampungnya pembangunan PATS melalui Program Low Carbon Development Initiative (LCDI) yang didukung United Kingdom Oxford Policy Management (OPML) Inggris.
 
Pembahasan digelar di Aula Kantor Bupati Samosir, Senin (13/7/2026), melibatkan masyarakat penerima manfaat, pemerintah desa, dan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPML menunjuk Yayasan Bitra Indonesia sebagai mitra pendamping untuk memfasilitasi pembentukan kelembagaan yang nantinya bertanggung jawab atas pengelolaan berkelanjutan.
 
Bupati Samosir diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang menyampaikan apresiasi atas pendampingan tersebut. Menurutnya, kelembagaan yang kuat menjadi kunci agar infrastruktur yang telah dibangun dapat memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
 
“Pemkab Samosir menyambut baik pembentukan kelembagaan pengelola PATS. Dengan pendampingan profesional, kami berharap setelah masa pendampingan selesai, masyarakat sudah mampu mengelola dan merawat PATS secara mandiri,” ujar Hotraja.
 
Ia menegaskan, keberadaan PATS merupakan bagian komitmen Pemkab Samosir mendukung ketahanan pangan lewat irigasi berkelanjutan sekaligus pembangunan rendah karbon. Dengan air yang memadai, petani dapat meningkatkan intensitas tanam dan produktivitas pertanian. Pemkab juga menargetkan pembangunan minimal dua unit PATS setiap tahun untuk memperluas manfaat teknologi ramah lingkungan ini.
 
Direktur Pelaksana Yayasan Bitra Indonesia, Dra. Rusdiana, menjelaskan pendampingan berlangsung lima bulan, mulai pembentukan kelembagaan, tata kelola, hingga pemantauan dan evaluasi. Nantinya akan diberikan pelatihan penguatan organisasi, manajemen teknis, keuangan, kepemimpinan, dan mekanisme pembiayaan mandiri.
 

“Kami pastikan PATS menjadi milik masyarakat lewat kelembagaan yang sah dan kuat. Seluruh proses dilakukan partisipatif bersama desa dan warga,” kata Rusdiana.
 
Bentuk kelembagaan ditentukan lewat musyawarah, bisa berupa koperasi, BUMDes, kelompok tani, atau bentuk lain yang sesuai. Yayasan Bitra juga mengedepankan prinsip Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial, mendorong perempuan, pemuda, dan kelompok rentan terlibat aktif dalam pengambilan keputusan.
 
Pembina Yayasan Bitra Soekirman menambahkan keberhasilan tidak hanya bergantung teknologi, melainkan budaya gotong royong dan nilai luhur masyarakat setempat. “Jika budaya kebersamaan tetap hidup, pengelolaan akan berjalan baik dan manfaatnya dirasakan jangka panjang,” ujarnya.
 
Melalui langkah ini, Pemkab Samosir berharap PATS Sibonor Ompu Ratus berfungsi optimal, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjadi contoh pengelolaan infrastruktur berkelanjutan bagi daerah lain.
 
(Tim Artha‑News)
(NR.Sitohang / Jeremia Pasaribu)